Menikmati Kepakan Sayap Burung Sriti dalam Hujan
Klikhijau.com – Hujan menderas.Tiga ekor burung sriti (Collocalia finchi) menikmatinya. Mereka terbang—berkejaran. Hujan seolah tak bukan masalah bagi ketiganya. Saya leluasa menikmatinya. Sebab sa...
Klikhijau.com – Hujan menderas.Tiga ekor burung sriti (Collocalia finchi) menikmatinya. Mereka terbang—berkejaran. Hujan seolah tak bukan masalah bagi ketiganya.
Saya leluasa menikmatinya. Sebab saya berada pada ketinggian. Di atas rumah pohon di tandabaca, tingginya kurang lebih empat meter di atas tanah.
Tempat rumah pohonnya pun cukup tinggi. Karena berada di atas bukit. Di mana pemandangan hamparan sawah dan rumah-rumah penduduk bisa dinikmati dengan leluasa.
Karenanya, saya pun leluasa pula menikmati kepakan sayap tiga ekor burung sriti itu, pada suatu hari jelang sore.
Di kampung saya, Kindang, curah hujan memang tinggi. Hujan biasanya akan curah saat matahari mulai beralih ke barat. Selalu saja seperti itu.
[irp]
Karenanya, jika dalam satu hari saja tak hujan. Rasanya akan aneh dan pinggir jalan akan ramai oleh jemuran warga, mulai dari gabah hingga kasur.
Saat hujan, burung-burung biasanya memilih untuk diam. Bertengger di reranting pohon agar tak kuyup.
Namun, berbeda dengan tiga ekor burung sriti itu. Mereka menikmati hujan, mereka menari dalam hujan. Dan saya menikmatinya dalam kesendirian di atas rumah pohon di tandabaca, Desa Kindang.
Dulu, saya nyaris tak pernah mengamati apalagi menikmati keindahan burung, baik saat terbang maupun saat bertengger. Meski masa kecil saya penuh kenangan dengannya (tentang ini, nanti saya kisahkan)
Burung, termasuk burung sriti pada umumnya tetap bisa terbang meski hujan. Itu adalah salah satu keajaiban mereka.
Padahal kalau dipikir hal itu tak mungkin. Sebab sayanpnya akan basah lalu lengket. Namun, nyatanya tak demikian (untuk penjelasannya kenapa demikian, baca di SINI)
[irp]
Dibumbui mitos
Burung sriti, di kampung saya penuh dengan mitos. Ketika saya masih kecil. Satu-satunya jenis burung yang tak bisa ditembak dengan ketapel, ditangkap atau dirusak sarangnya hanyalah burung sriti. Namanya di kampung saya jangang-jangang rihata. Burung ini diyakini sebagai jelmaan dari burung ababil. Burung yang paling berjasa menghancurkan Raja Abrahah dari Yaman. Raja yang ingin menyerang ka’bah dan menghancurkannya di masa silam. Peristiwa itu dikenal dengan Tahun Gajah. Peristiwa bersejarah yang terjadi jelang kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW di Kota Mekah. Karena dianggap sebagai burung ababil, yang membawa batu dari neraka untuk menghancurkan Raja Abraham dan pasukannya. Maka siapa pun yang menangkap atau membunuh burung sriti akan mengalami hal buruk, misalnya sakit perut. Karena itulah, setiap ada burung sriti bersarang di rumah, itu dianggap sebagai sebuah keberuntungan. Burung ini memang menyukai rumah, masjid, gua dan kolong jembatan sebagai tempat untuk bersarang. Mitos yang beredar di masyarakat itu, hingga kini masih terus bertahan. Burung sriti menjadi burung yang tidak terlalu di buru. [irp] Karenanya pula, populasi burung yang mirip walet ini cukup banyak. Pun burung sriti tidak masuk ke dalam burung peliharaan di kampung saya. Namun, menurut Citra Nutriani dkk (2010), seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada yang mengutip pendapat Nugroho dkk (1994) mengungkapkan, burung walet dan sriti telah lama dikenal di Indonesia, bahkan telah dibudidayakan sejak ratusan tahun yang lampau.Manfaat burung sriti
Di kampung saya, burung sriti termasuk burung yang diabaikan, bahkan ketika senapan angin mulai marak digunakan masyarakat. Kebanyakan masyarakat yang memiliki senapan angin, umumnya hanya akan menembak burung yang bisa dikonsumsi. Sementara sriti, selain dibumbui aroma mitos, juga masyarakat enggan mengonsumsinya. Pengabaian itu, bisa saja disebabkan karena belum ada yang tahu manfaat dari burung yang suka bertengger di kabel listrik itu. Dilansir dari bbppkupang.bppsdmp.pertanian.go.id, burung sriti rupanya memiliki segudang manfaat, di antaranya: [irp]-
Pintu masuk budidaya walet
-
Liurnya bisa dikonsumsi
-
Pembasmi hama wereng
-
Kotorannya bisa menjadi pupuk