Keistimewaan Buah Anggur dan Fakta Unik di Baliknya

Klikhijau.com - Buah anggur merupakan buah yang sering kita konsumsi dan memiliki banyak manfaat. Beberapa di antara manfaatnya adalah kandungan antosianin resveratrol (polyphenols golongan stilben...

Keistimewaan Buah Anggur dan Fakta Unik di Baliknya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Buah anggur merupakan buah yang sering kita konsumsi dan memiliki banyak manfaat.

Beberapa di antara manfaatnya adalah kandungan antosianin resveratrol (polyphenols golongan stilbenoid), procyanidins atau proanthocyanidins (condensed tanin), tartatic acid, malic acid, pektin, tanin, flavon glikosida, vitamin (A, B1, B2, B6, B12, C), mineral (mangan), dan gula buah (Indah & Slamet, 2012; Dalimartha, 2013; Indah & Supriyanto, 2013).

Resveratrol merupakan senyawa polifenol yang dapat ditemukan pada red wine, anggur, dan kacang. Salah satu manfaatnya adalah menurunkan radikal bebas.

Kandungan resveratrol terbesar dapat kita jumpai pada anggur (Vitis vinifera) terutama pada bagian kulit dan bijinya. Kandungan resveratrol dalam ekstrak kulit anggur kira-kira 24,06 µg/ml dan pada ekstrak biji anggur 0,9850 µg/ml (Lukito dan Indra, 2016).

Begitu banyak manfaat dari buah kecil nan manis ini sehingga mengonsumsi secara langsung buah, kulit dan biji anggur adalah cara yang gampang untuk memperoleh manfaat dari buah tersebut.

Akan tetapi kadang timbul pertanyaan di benak kita. Amankah bagi kita mengkonsumsi kulit buah yang mungkin terkena pestisida? ataupun biji anggurnya?

Menurut penelitian yang dilakukan di Indiana, Amerika Serikat oleh Purdue University bahwa urutan teratas buah yang mengandung residu atau sisa pestisida sebanyak 98% adalah apel. Untuk urutan kedua ditempati oleh seledri sebanyak 95%.

Kemudian sayuran dan buah lain yang disebutkan adalah stroberi, buah persik atau peach, anggur, bayam, paprika, kentang, kale, serta sawi.

Pestisida adalah zat kimia yang digunakan untuk membunuh hama pada tumbuhan (Balingtan, 2013). Berbahayakah pestisida bagi tubuh kita?

Selain bermanfaat, ternyata pestisida juga merupakan merupakan racun yang berbahaya dalam penggunaannya, baik terhadap lingkungan maupun manusia. (Fitriadi & Putri,2016).

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2