Kehilangan Keanekaragaman Hayati Mengancam Sistem Pangan

Klikhijau.com – Seluruh dunia menyadari bahwa alam merupakan penyangga kehidupan bagi masyarakat bumi. Kehilangan keanekaragaman hayati berarti mengancam sistem pangan. Itulah mengapa, tema Hari Li...

Kehilangan Keanekaragaman Hayati Mengancam Sistem Pangan
Bacakan Artikel

Sebagai contoh, penelitian Candidaspongia sp. di TWA Teluk Kupang untuk anti kanker. Dan penelitian mikroba berguna bagi tanaman di TN Gunung Ciremai yaitu Cendawan (Hursutella sp dan Lecanicillium sp).

Juga riset Isolat bakteri pemacu pertumbuhan (C71, AKBr1, dan AKS), dan Isolat bakteri antifrost (PGMJ1 dan A1).

“Pemanfaatan  ekosistem serta konservasi jenis dengan pendekatan ekowisata berbasis masyarakat dapat menjamin jasa ekosistem tersebut dapat berkelanjutan. Sebagai contoh Desa Saporkren dengan Pengamatan Burung Cendrawasih serta Ekowisata Tangkahan,” kata Wiratno.

Webinar ini juga menekankan pentingnya penguatan kerjasama dan kolaborasi dengan pendekatan One Health yang menjembatani kesehatan manusia, satwa, tumbuhan dan ekosistem.

Saat ini, FAO juga concern melakukan penelitian terkait pengelolaan tumbuhan dan satwa liar yang berkelanjutan serta perlindungan dan pencegahan manusia dan satwa dari ancaman penyakit.

Di forum ini ditegaskan pula bahwa tekanan yang berlebihan kepada alam telah meningkatkan resiko penularan penyakit dari satwa liar kepada ternak maupun dari hewan kepada manusia.

Oleh sebab itu, hubungan antara manusia, hewan dan lingkungan haruslah berjalan harmonis.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2