Kecupan di Kota Sunyi
Rindu itu Anak Kecil rindu itu berjalan sendiri pada jalan setapak lalu tiba di pinggir sungai kecil dengan basah kuyup hujan berhenti dua puluh sembilan menit lalu sebelum rindu berj...
Rindu itu Anak Kecil
rindu itu berjalan sendiri pada jalan setapak lalu tiba di pinggir sungai kecil dengan basah kuyup hujan berhenti dua puluh sembilan menit lalu sebelum rindu berjalan rabaslah menguyupkannya lalu mencari pelukan di pinggir sungai kecil tanpa limbah plastik itu ada bekas kaki lain menuju rumpun bambu rindu bergegas, gigil ejai seluruh porinya daun-daun terseret air reranting tertambat di bebatuan dedaunan berkumpul di mana kepiting sungai sembunyikan telurnya [irp] pohon-pohon merindang di sepanjang jalan cericit beburung memandu langkah di bawahnya tumbuh bunga basah yang hilang di kemarau, memesona di musim basah bunga basah tumbuh liar di sepanjang jalan, di pinggir sungai kecil di mana rindu tiba serupa anak kecil berlari riang mengejar kupu-kupu berharap pelukan, ikuti jejak kaki musim basah selalu saja penuh aroma bunga dan hijau segar memanja di mata dan jika ingin bertemu rindu bertemu hijau berjumpa bunga basah datanglah saat hujan belum di rampas kemarau kau akan temukan dua bekas kaki di pinggir sungai kecil itu berair jernih dari akar pohon di hutan jauh dan sebuah pelukan merentang di tengah gigilmu sedang menanti malu-malu kau akan tahu, rindu seperti anak kecil berlari riang memetik bunga basah mengejar kupu-kupu dan capung kau akan tahu, alam siapkan segala yang dibutuhkan hidup berjalanlah terus, ikuti jalan setapak kau akan tiba di pinggir sungai kecil berair jernih, bercerminlah ke dalam air kau akan temukan wajahmu berubah wajah rindu akan cericit burung, rimbunan pohon kupu-kupu, capung dan kesunyian dan kau tetiba saja ingin jadi anak kecil yang riangKindang, 17 April 2020
[irp]Angin Mencuri Kabar
segelas air putih hangat kuletakkan di atas meja gelas itu bergambar bunga basah kemarin ketika aku berjalan mencari adamu bunga basah sedang mekar di sepanjang jalan setelah memeram diri di kemarau, bunga basah tumbuh liar memesona serupa rindu yang tumbuh dari jarak kita yang bentang ini lenganku masih terasa hangat ditindisi kepalamu dan bajuku masih menyimpan bau parfummu ketika, entah bagaimana kau menghambur ke pelukku kau jiwa yang tumbuh pada jiwaku dan aku daun-daun yang tumbuh pada rantingmu "aku ingin jadi pohon mangga, bisa kau panjati ketika buahnya mengkal" katamu "aku akan jadi akar, menguatkanmu," balasku kau mencubit lenganku, aku mengelus pipimu hujan pertama turun setelah kemarau panjang mengeringkan kali-kali aku menyesap air putih dalam gelas bergambar bunga basah membayangkan kamu penuh segala aku menatap ke halaman lewat jendela kaca angin serasa semakin asing saja rumah-rumah tak lagi bisa dibuka jendelanya kaca menyanggahnya angin tak leluasa lagi masuk rumah mencuri kabar pengap, semakin panas saja tapi air di atas meja telah dinginKindang, 19 April 2020
[irp]Kecupan di Kota Sunyi
kota-kota telah sangat sunyi ketika kecupan tiba di keningmu itu pertemuan pertama kita yang sesak setelahnya aku jadi kemarau dan kau musim basah tapi ingatan adalah angin, tak mungkin lupa berembus mencuri segala sempat muncul di ventilasi paling kecil di pori kota kini telah mati tepat ketika kau pergi dan aku berubah jalan-jalan sunyi menuju toko roti. langit lebih biru setelah tak ada orang bermacet-macet di jalan menuju kantor atau orang-orang yang pulang dari warkop setelah menonton liga inggris kota-kota kini berubah jadi tempat bermain para kucing, rusa, kambing hutan, dan anjing manusia hanya mengintip di jendela kaca rumahnya aku telah suka menjadi kemarau ketika kecupan pertama itu, pada kota yang sunyiKindang, 19 Makassar 2020
Jarak-Jarak Corona
dari tempat jauh di matamu ia tiba mengitarimu tiba-tiba tolehmu ke mana pun, ia datang tak terlihat, mencemaskan ia datang dan langit berubah biru hewan-hewan kuasai kota daun-daun lepas rindu pada tanah hingga lapuk tanpa sapuan sapu ia datang, tak terlihat kepungi semua orang mencipta jarak tapi tak ada jarak dengannya jarak hanya dicipta untuk para kekasih dan kamu yang kian jauh kota-kota senyap bising pindah ke dalam dada jadi degup polusi udara menghilang jauh orang-orang menyukai rumah pada jarak napas disandarkan lebih panjang dan jarak membuat negatif corona tapi positif rindu corona datang entah perginya kapan rindu tiba entah perginya kapanKindang, 18 April 2020
Murang
seekor babi hutan masuk kampung orang-orang ribut memanggil anjingnya menyiapkan tombak hari minggu dan rabu orang-orang berbondong-bondong ke hutan-hutan berteriak lantang mencari babi hutan murang….Kindang, 17 April 2020
I.R Makkatutu, lahir di Desa Kindang sekian tahun lalu. Telah jatuh cinta pada sastra sejak lama. Kini sedang menjalani kehidupan di kampungnya yang hijau segar dan sejuk[irp]