Kayu Eboni, Endemik Sulawesi dan 5 Fakta Menarik Tentangnya

Klikhijau.com – Kayu eboni (Diospyros celebica Bakh.), jenis kayu satu ini termasuk endemik Sulawesi yang bernilai ekonomi tinggi. Sayangnya, sejumlah penelitian mengungkap, sebaran kayu eboni terus m...

Kayu Eboni, Endemik Sulawesi dan 5 Fakta Menarik Tentangnya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Kayu eboni (Diospyros celebica Bakh.), jenis kayu satu ini termasuk endemik Sulawesi yang bernilai ekonomi tinggi. Sayangnya, sejumlah penelitian mengungkap, sebaran kayu eboni terus mengalami penurunan akibat eksploitasi berlebihan.

Eboni diperdagangkan sejak abad ke-18, namun eksploitasi kayu otentik ini tidak linear dengan pelestariannya. Demi menekan laju eksploitasinya, pemerintah telah mengeluarkan SK Menteri Kehutanan No. 31/KPTS-IV/86 mengenai penertiban kayu eboni (pelarangan penebangan baru).

Bahkan sejak tahun 1998, IUCN Red List of Threatened Species menggolongkan eboni dalam kategori vulnerable (A1cd) (IUCN, 2010) dan mulai tanggal 12 Juni 2013, jenis ini telah masuk Appendix II CITES yang berarti hanya dapat diperdagangkan berdasarkan kuota (UNEP-WCMC, 2013).

Eboni merupakan golongan kayu hitam yang ditandai dengan strip (pola bergaris) yang lurus bergelombang ringan dan sejajar, dengan kombinasi warna hitam dan coklat kehitam-hitaman, coklat kemerah-merahan dan coklat kehitam-hitaman.

Selain merupakan kekayaan alam Sulawesi yang berada di wilayah Wallacea, yang  tidak dapat dijumpai di tempat lain, berikut 5 fakta lainnya tentang kayu eboni endemik Sulawesi!


  1. Corak Eboni terindah ada di Sulawesi Tengah


Menurut penelitian yang dilakukan Soenarno (1996), sebaran kayu eboni bernilai tinggi hanya ditemui di Provinsi Sulawesi Tengah yakni pada wilayah Kabupaten Poso, Donggala dan Parigi.  Coraknya paling indah dengan kayu teras berwarna hitam bergaris kemerah-merahan.

Dari penelitian yang dilakukan, kualitas kayu teras eboni asal Kabupaten Donggala memiliki BD 0,98. Dengan warna kayu gubal putih kelabu sampai coklat muda kemerah-merahan dengan kayu teras bercorak garis-garis sejajar berwarna coklat dan hitam berselang-seling dengan pola garis jarak relatif teratur sekitar 1 mm – 5 mm.


  1. Kualitas ditentukan stripnya


Industri eboni di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan juga menggolongkan kualitas kayu eboni berdasarkan stripnya. Semakin lurus, sejajar, tipis dan interval teratur, semakin bagus kualitasnya. Dari stripnya, eboni pun dibedakan yakni eboni batang macis (strip rapat dan halus) dan eboni sarang laba-laba /bendera (strip jarang).

Pengelompokan kualitas eboni terutama ditujukan untuk tujuan ekspor. Sedangkan untuk barang kerajinan tidak mempersyaratkan strip tersebut. Soerianegara (1967) menduga bahwa lebar dan warna garis serta bentuk kayu teras dalam batang kemungkinan dipengaruhi oleh keadaan tempat tumbuh.



  1. Sebarannya di Pulau Sulawesi



Daerah utama penyebaran eboni ditemukan di Sulawesi Tengah. Sedangkan, penyebaran paling selatan adalah Maros (Sulawesi Selatan) dan paling utara adalah perbatasan Sulawesi Tengah dengan Gorontalo (Soerianegara, 1967).

Sebaran alami terutama di daerah Poso, Donggala dan Parigi (Sulawesi Tengah), Gowa, Maros, Baru, Sidrap dan Luwu (Sulawesi Selatan), Mamuju (Sulawesi Barat) dan Gorontalo yang berbatasan dengan Sulawesi Tengah (Santoso, 2007). Sebaran yang bernilai ekonomi tinggi hanya ditemui di wilayah Kabupaten Poso, Donggala dan Parigi (Soenarno, 1996).



  1. Fakta Eboni di luas Sulawesi



Walau sebaran utamanya ada di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, dalam beberapa literatur disebut eboni juga ada di Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2