Kayu Eboni, Endemik Sulawesi dan 5 Fakta Menarik Tentangnya

Klikhijau.com – Kayu eboni (Diospyros celebica Bakh.), jenis kayu satu ini termasuk endemik Sulawesi yang bernilai ekonomi tinggi. Sayangnya, sejumlah penelitian mengungkap, sebaran kayu eboni terus m...

Kayu Eboni, Endemik Sulawesi dan 5 Fakta Menarik Tentangnya
Bacakan Artikel

Berdasarkan studi variasi morfologi pada pertanaman tersebut oleh Sudiartana (2004) memperlihatkan morfologi yang berbeda dengan eboni dari provenan lain. Perbedaan yang paling jelas adalah eboni dari kedua daerah tersebut tidak memiliki bulu halus (silky) pada permukaan bawah daun yang ditemukan pada seluruh provenan lainnya.

Soerianegara (1967) mengutip Steup (1933) dan Verhoef (1938) mengatakan bahwa di daerah Bolaang Mangondouw, Sulawesi Utara tidak terdapat jenis D.celebica. Jenis-jenis yang ada adalah D. rumphii dan D. pilosanthera yang terdapat di hutan-hutan dalam jumlah yang tidak banyak.

Populasi eboni alam juga terdapat di Maluku (Alrasjid, 2002). Diduga jenis eboni tersebut adalah D.lolin yang memiliki ciri yang mirip dengan D.celebica dan memang hanya dijumpai di daerah tersebut (van den Brink, 1936). Eksplorasi yang telah dilakukan oleh Kinho (2013) di daerah aliran sungai (DAS) Dodaga dan DAS Homu-Homu di Subaim Halmahera Timur, tidak menemukan jenis D. celebica. Pohon yang paling banyak ditemukan adalah jenis D. lolin.



  1. Harganya kayu eboni yang selangit



Dari berbagai sumber ditemukan bahwa harga kayu eboni di pasaran internasional pada tahun 2019 ditaksir mencapai Rp 120 jutaan per meter kubik. Harga fantastis ini menunjukkan jenis kayu ini layak dilestarikan sebagai hasil hutan jenis kayu bernilai ekonomi tinggi.

Itulah 5 fakta tentang kayu eboni endemik Sulawesi yang menarik diketahui, semoga bermanfaat!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2