Karena Medsos Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia Memburuk?

Klikhijau.com – Masih sangat basah di ingatan, sekian waktu yang lalu, banyak orang gusar karena jaringan beberapa media sosial menjadi “manja”. Kegusaran berjamaah itu menjadi bukti bahwa pengguna...

Karena Medsos Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia Memburuk?
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Masih sangat basah di ingatan, sekian waktu yang lalu, banyak orang gusar karena jaringan beberapa media sosial menjadi “manja”.

Kegusaran berjamaah itu menjadi bukti bahwa pengguna media sosial di Indonesia tumbuh menggunung.

Sangat banyak orang yang tak bisa lepas dari media sosial, termasuk saya. Tapi, benarkan kehadiran media sosial memiliki efek buruk pada kesehatan mental, khususnya bagi masyarakat Indonesia?

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan, media sosial berkontribusi terhadap buruknya perilaku warga Indonesia dari berbagai lini kehidupan termasuk dalam proses demokrasi.

Penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal International Journal of Mental Health and Addiction, penggunaan media sosial mengakibatkan kesehatan mental di Indonesia memburuk.

Makalah berjudul ‘A Tool to Help or Harm? Online Social Media Use and Adult Mental Health in Indonesia’ ini ditulis Sujarwoto dari Portsmouth-Brawijaya Centre for Global Health, Population and Policy di Universitas Brawijaya Malang, Gindo Tampubolon peneliti dari Global Development Institute di University of Manchester di Inggris, dan Adi Cilik Pierewan dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Para peneliti menyatakan, tingkat ketimpangan yang tinggi di Indonesia yang tersorot di media sosial bisa menyebabkan kecemburuan dan kebencian sosial dalam masyarakat. Orang-orang yang tidak beruntung hanya bisa melihat gambar-gambar di media sosial tentang orang yang lebih bahagia dan dan hidup lebih positif.

Tingkat ketimpangan di Indonesia meningkat dengan cepat sejak tahun 2000-an seiring kondisi perekonomian. Indonesia memiliki kelas konsumen tertentu dengan daya beli yang meningkat, namun sangat kontras dengan kelas lain yang kurang pendidikan atau susah mendapat pekerjaan.

Transisi Indonesia menuju demokrasi juga terjadi di media sosial namun dengan hasil negatif. Hiruk-pikuk berita tentang kegagalan pemerintah, terjadinya korupsi, banyaknya kejahatan, munculnya konflik dan masalah kemiskinan, justru diperbesar di media sosial setiap hari. Kondisi ini memberikan hanya sedikit jalan keluar bagi warga.

Untuk mendapatkan bukti kesimpulan ini, para peneliti mengkaji Facebook, Twitter, dan chat, serta menganalisis 22.423 individu di hampir 300 kabupaten di Indonesia.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2