Jadi Pionir Asia, Siapa Sangka Proper Lahir dari Pencemaran Lingkungan

Klikhijau.com – Ada dua inovasi kembali lahir dari KLHK. Pertama Sipongi atau Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Berbasis Web. (Baca ini Inovasi kedua yang lahir a...

Jadi Pionir Asia, Siapa Sangka Proper Lahir dari Pencemaran Lingkungan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Proper juga telah mengadopsi perubahan paradigma. Caranya dengan mengembangkan kriteria yang mengukur kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan.

Konsep Life Cycle Assessment

Pengelolaan yang dimaksud, yakni dalam penerapan sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, penurunan emisi, pemanfaatan limbah B3 dan Non B3, efisiensi air, penurunan beban pencemaran air, keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan masyarakat.

Proper juga melakukan inovasi dan perbaikan menerus secara internal. Salah satunya adalah aplikasi Simpel.

Sistem ini memudahkan perusahaan dalam membuat pelaporan, mengurangi biaya cetak dan antar laporan. Kemudian, untuk mengurangi dampak ke lingkungan dan memastikan upaya perbaikan yang perlu dilakukan.

Proper menerapkan konsep Life Cycle Assessment (LCA). Melalui LCA perusahaan wajib menghitung dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi, sampai produk tersebut ditingkat konsumen. Bahkan pada saat produk tersebut harus dibuang ke lingkungan.

Proper telah berjalan dan diterima dengan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Di berbagai daerah Proper diadopsi dengan nama Properda.

Di tingkat nasional, Proper digunakan oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk menilai risiko pemberian kredit perbankan. Pada  tingkat dunia, China, India, dan Ghana mengadopsi Proper sebagai instrumen pelaksanaan penaatan. World Bank pada tahun 2011 dalam terbitan Research Working Paper World Bank menyatakan Proper merupakan pionir di Asia.(*)

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2