Intip, Cara UPTD KPH Matim Tularkan Spirit Hijau pada Anak Sekolah

Klikhijau.com - Perubahan iklim semakin nyata dalam kehidupan. Kekeringan, gagal panen, sumber mata air mulai mengering telah terjadi di sekitar kita. Bumi telah tua dan tak mampu menahan kerakusan ma...

Intip, Cara UPTD KPH Matim Tularkan Spirit Hijau pada Anak Sekolah
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Perubahan iklim semakin nyata dalam kehidupan. Kekeringan, gagal panen, sumber mata air mulai mengering telah terjadi di sekitar kita. Bumi telah tua dan tak mampu menahan kerakusan manusia.

Bencana ekologis kini melanda kehidupan. Ancaman kekuarangan pangan ada di depan mata. Krisis kepedulian menambah parah kondisi lingkungan.

Mengantisipasi hal tersebut dan demi menjaga keutuhan bumi, Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timu (NTT) menularkan spirit hijau kepada anak-anak sekolah dengan menanam pohon di kawasan hutan Ndeki Komba, area Kawasan Ekowisata Poco Ndeki, di Wolo Kolo, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Senin (22/8/2022).

Mulai dari anak-anak staf UPTD KPH Matim

Kepala UPTD KPH Wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Ovy Nggaro Oktafianus atau yang akrab Doni Nggaro, kepada Klikhijau.com menjelaskan, kondisi hutan saat ini cukup memprihatinkan.

Banyak orang hobi membabat hutan, namun malas untuk menanam pohon.

"Jika orang yang hobi membabat hutan lebih banyak maka hutan kita akan habis, maka dengan demikian bencana akan datang yang siliberganti," ungkapnya.

Menurutnya, anak-anak harus menjadi agen perubahan sejak dini. Kepada mereka diajarkan tentang alam, hutan, air, pohon dan lain sebagainya, termasuk mengajarkan tentang resiko jika pohon banyak ditebang, sampah-sampah berserakan.

Hari ini, kata Doni, pihaknya menularkan spirit hijau mulai dari anak-anak yang berumur 6-12 tahun. Mereka merupakan anak dari keluarga besar UPT KPH Matim.

"Kami memulai dari diri kami sendiri, kemudian anak, mulai dari anak saya sebagai kepala, sampai staf. Kami melatih anak-anak kami untuk menanam pohon. Kalau bukan mulai dari kami, lalu siapa yang akan memulai?," ujarnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2