Intip Aksi Alumni IKAMAYA Merayakan Hari Lingkungan Hidup di Ruteng NTT

Klikhijau.com - Dalam rangka Memperingati Hari Lingkungan Hidup, yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2022 tahun ini dan Pencanangan Tahun Pariwista Holistik oleh Keusukupan Ruteng, Alumni IKAMAYA (Ikatan K...

Intip Aksi Alumni IKAMAYA Merayakan Hari Lingkungan Hidup di Ruteng NTT
Bacakan Artikel

[caption id="attachment_25294" align="alignnone" width="640"]ikamaya Penanaman Pohon di Paroki Kristus Raja Mbaumuku, Minggu (5/6/2022) - Foto: Ist[/caption]

Yuven menjelaskan, metode komposting merupakan teknik menghasilkan kompos yang digunakan sebagai pupuk maupun penguat struktur tanah. Komposting bermanfaat untuk mempercepat proses degradasi bahan organik dengan bantuan mikroba.

"Dengan adanya pembinaan tentang sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos, maka akan mengurangi volume sampah rumah tangga yang sekarang ini semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk," jelasnya.

Ia menambahkan, pelatihan sangat penting bagi orang muda umat secara keseluruhan. " Kesadaran harus ditingkatkan, masyarakat harus sadar, kalau buang sampah sembarangan bisa berbahaya untuk dirinya sendiri dan orang lain. Namun jika dibuang pada tempatnya, maka sampah bisa kita manfaatkan menjadi pupuk dan menjadi pernak pernik yang memiliki nilai seni yang tinggi," ungkapnya.

Dikatakannya, semua pihak sepakat, jika Kota Ruteng harus menjadi kota molas (Cantik), bersih dan sehat. Oleh karena itu, untuk mewujudkannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah (Dinas Lingkungan Hidup) semata.

"Tugas kita semua, pemerintah masyarakat atau siapa saja yang ada di Manggarai ini, untuk menjaga kebersihan, dengan cara membuang sampah pada tempatnya. Itu saja," tegas Yuvens.

Terkait penanaman pohon, Yuvens menjelaskan bahwa alumni IKAMAYA tetap berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan penanaman pohon. "Tujuannya untuk merawat relasi antara manusia dan bumi serta mengantisipasi perubahan iklim," jelasnya.

Sementara itu Yohanes Sentis memaparkan, bahwa selain mennaam pohon dalam wilayah gereja paroki Kristus Raja Mbaumuku, alumni IKAMAYA juga menanam pohon di wilayah Golo Lusang. "Alumni IKAMAYA tanam pohon di gereja Mbaumuku dan Golo Lusang," katanya.

Menurutnya,  Golo Lusang merupakan wilayah peresapan air dan mata air. Wilayah tersebut, kata Sentis, perlu ditanami berbagai jenis pohon, dalam rangka mengantisipasi perubahan iklim sehingga mampu menjaga depet air untuk wilayah Kota Ruteng.

"Jenis tanaman atau pohon yang ditanaman seperti pohon ara, salam, palem, pucuk merah dan flamboyan. Semuanya merupakan kontribusi dari Alumni IKAMAYA," ungkapnya.

Sentis berharap, semua pihak harus bekerjasama dan bergerak bersama, agar kegiatan penanaman pohon terus digencarkan. "Tanam pohon untuk mengantisipasi perubahan iklim," tutupnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2