Ini 4 Tuntutan Anak-anak Muda ‘Koprol Iklim’ di Hari Kasih Sayang!

Klikhijau.com - Bertepatan dengan Hari Kasih Sayang, Komunitas Pemuda Pemudi Pro-Keadilan Iklim (Koprol Iklim) mengajak masyarakat untuk merayakan kasih sayangnya kepada bumi yang tengah mengalami kri...

Ini 4 Tuntutan Anak-anak Muda ‘Koprol Iklim’ di Hari Kasih Sayang!
Bacakan Artikel

Koordinator Koprol Iklim Geani Budiningsih mengatakan, keengganan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ambisi iklimnya telah mengakibatkan Indonesia tidak masuk ke dalam daftar pembicara di peringatan lima tahun Perjanjian Paris pada 12 Desember 2020.

“Sektor kehutanan dan energi Indonesia menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar saat ini. Namun, kita belum melihat langkah konkret dan memadai dari pemerintah. Langkah ambisius untuk mengatasi krisis iklim harus dilakukan pemerintah dengan melibatkan aspirasi dari kelompok muda,” tegasnya.

4 tuntunan anak-anak muda

Menurut Koprol Iklim, krisis iklim merupakan permasalahan multidimensional. Oleh sebab itu, mereka mengajak kepada seluruh kaum muda untuk memulai dan menyatukan gerakan yang kolaboratif, solutif dan kolektif antarindividu maupun lintas komunitas kaum muda lewat berbagai ragam inovasi dan aksi.

Sebagai komunitas anak muda yang terbentuk pada 28 Oktober 2020 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Koprol Iklim ingin menyuarakan pernyataan sikap terhadap pemerintah agar segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi krisis iklim dengan:

Pertama, menuntut pemerintah untuk segera meningkatkan komitmen iklim untuk mencapai Perjanjian Paris melalui ekonomi hijau sebagai bentuk upaya pemulihan ekonomi nasional pasca Covid-19.

Kedua, menimbang bahwa sektor energi akan menjadi penyumbang emisi terbesar di tahun 2030, maka pemerintah harus segera meninggalkan energi fosil dan beralih ke energi bersih dan terbarukan yang potensinya melimpah di Indonesia, seperti energi matahari.

[irp]

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: