Hijaukan Lingkungan Pesisir, OASE Kabinet Kerja Tanam 500 Bibit Mangrove

Klikhijau.com – Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja melaksanakan Gerakan Nasional Peduli Mangrove, Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Program Kampung Hijau Sejahtera di Kampung...

Hijaukan Lingkungan Pesisir, OASE Kabinet Kerja Tanam 500 Bibit Mangrove
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja melaksanakan Gerakan Nasional Peduli Mangrove, Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Program Kampung Hijau Sejahtera di Kampung Terapung Torosiaje. Gerakan ini dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo (24 September 2019).

Bersama KLHK, Kementan, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Sosial, sebanyak 500 bibit mangrove dan 500 bibit pohon produktif ditanam bersama masyarakat untuk menghijaukan dan melestarikan lingkungan pesisir.

Ketua Program Kerja Bidang 5 Lingkungan Hijau OASE, Rugaiya Usman Wiranto menyampaikan, sudah sepatutnya ekosistem mangrove ini dijaga kelestariannya.

“Penanaman serentak mangrove ini mudah-mudahan akan menginspirasi masyarakat, pemerintah daerah serta pemerintah pusat untuk terus menjaga dan memelihara serta memulihkan mangrove” kata Rugaiya.

[irp posts="8550" name="1.000 Mangrove di Desa Pao, Upaya Warga Cegah Abrasi Sejak Dini"]

Melalui OASE Kabinet Kerja ini, diharapkan dapat mengubah pola pikir dan memberdayakan masyarakat agar dapat hidup mandiri, produktif, kreatif dan berkarakter.

OASE Kabinet Kerja dan KLHK sangat menaruh perhatian akan kelestarian ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove menjaga keseimbangan lingkungan pantai, pelindung erosi dan abrasi air laut, penyangga dan pencegah intrusi air laut.

Juga sebagai tempat berlindung/berkembang biak berbagai jenis fauna dan biota laut, hingga sumber pendapatan masyarakat seperti pemanfaatan kayu dan non kayu serta ekowisata. Selain itu, kelestarian ekosistem mangrove berperan penting sebagai mitigasi bencana.

Mangrove sebagai mitigasi bencana

Berdasarkan data KLHK, lebar tanaman mangrove ± 100 m dengan ketinggian akar ± 30 cm sampai 1 m mampu mereduksi besarnya gelombang tsunami hingga ± 90%. Mangrove juga memiliki kemampuan menyerap emisi gas rumah kaca (GRK) 5 kali lebih baik dari tanaman hutan lainnya.

KLHK telah merehabilitasi kawasan mangrove seluas 31.673 Ha melalui dana APBN dan terus akan melakukan program rehabilitasi mangrove minimal 2.000 Ha per tahun.

Pemerintah juga mendorong pelibatan para pihak termasuk dunia usaha dalam gerakan rehabilitasi mangrove. Sehingga fungsi ekosistem mangrove sebagai mitigasi bencana dapat ditingkatkan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2