Hasil Riset WALHI Sulsel Temukan Perempuan Punya Strategi Bertahan Hidup Hadapi Krisis Iklim

Klikhijau.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar peluncuran dan diseminasi riset berjudul 'Identifikasi Pelanggaran HAM & Strategi Bertahan Hidup 'Surv...

Hasil Riset WALHI Sulsel Temukan Perempuan Punya Strategi Bertahan Hidup Hadapi Krisis Iklim
Bacakan Artikel

Setelah Hikmah selesai memaparkan temuan-temuannya, kini giliran para penanggap yang kemudian menanggapi hasil riset yang telah diluncurkan oleh WALHI Sulawesi Selatan.

Tanggapan pertama dimulai dari Dr. M Ilyas, S.T., M.Sc yang memberikan penjelasan bahwa saya sangat setuju jika persoalan dan pengaruh iklim global dan kenaikan muka air laut lah yang menyebabkan terjadinya abrasi dan banjir rob.

"Namun, kalau dikatakan disebabkan oleh penambangan pasir laut, tentu ini butuh penelitian oseanografi yang mendalam untuk mengeceknya. Kami dari pemerintah kedepannya akan membuat program untuk masyarakat seperti 100 ribu rumpon untuk mengembalikan habitat ikan, pembuatan terumbu karang buatan, dan beberapa rekayasa engineering sebagai langkah mitigasi perubahan iklim," ujarnya.

[irp]

Sama halnnya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan,ย  Ir. Rijal M. Idrus, M.Sc., Ph.D juga menekankan perlu ada riset atau kajian Oseanografi Fisika yang dilakukan oleh WALHI Sulawesi Selatan.

"Kajian ini penting karena secara teoritis, pergerakan pasir di laut akan selalu mencari keseimbangan. Jadi bisa saja apa yang terjadi di Kodingareng dan Galesong sehubungan dengan adanya abrasi mungkin dipengaruhi oleh adanya lubang yang besar akibat dari aktivitas penambangan pasir laut. Namun, sekali lagi memang ini butuh pendekatan oseanografi fisika untuk melihatnya," terang Kepala Pusat Studi Perubahan Iklim LPPM UNHAS.

Lingkungan berubah karena penambangan pasir

Berbeda dengan dua penanggap sebelumnya, Aflina Mustafainah dari Yayasan Pemerhati Masalah Perempuan (YPMP) justru menegaskan bahwa sebenarnya tidak dibutuhkan hal yang bersifat teknis untuk membicarakan soal HAM, sebab yang lebih diutamakan ialah fokus pada pengetahuan dan hak warga apa yang kemudian dilanggar.

"Saya kira WALHI Sulawesi Selatan sudah mencoba dengan berani untuk menegaskan ada indikasi pelanggaran HAM baik secara Omission maupun Commission pada kasus ini. Selain itu, perubahan iklim yang diperparah dengan penambangan pasir laut tentu saja akan sangat berdampak terhadap perempuan utamanya mengenai kesehatan reproduksi dan pengetahuan lokal perempuan. Nah, dalam konteks ini seharusnya pemerintah hadir dalam melindungi dan menghormati warganya," tutupnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: