Harimau Sumatera “Ciuniang Nurantih” Dilepasliarkan di TN Kerinci

Klikhijau.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Besar Taman Nasional (TN) Kerinci Seblat dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, bersama Yayasan A...

Harimau Sumatera “Ciuniang Nurantih” Dilepasliarkan di TN Kerinci
Bacakan Artikel

Balai Besar TN Kerinci Seblat menyambut baik upaya pelepasliaran Ciuniang kembali ke alam. Plt. Kepala Balai Besar TNKS, Pratono Puroso telah membentuk tim dan melakukan ground check kelayakan lokasi release bersama BKSDA Sumbar dan menyatakan bahwa kawasan TNKS memenuhi kriteria sebagai lokasi pelepasliaran Harimau Sumatera.

“Tugas penting yang perlu dilakukan adalah pemantauan dan monitoring pasca pelepasliaran untuk memastikan Ciuniang aman dan nyaman di 'rumah baru' nya”, ucap Pratono.

Pelepasliaran kali ini mendapat dukungan dari Kementerian Pertahanan RI berupa bantuan Helikopter Super Puma NAS 332 untuk translokasi "Ciuniang Nurantih" dari lokasi Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) ARSARI sampai lokasi lepas liar.

Direktur Eksekutif Yayasan ARSARI Djojohadikusumo (YAD), Catrini Pratihari Kubontubuh menyampaikan, penggunaan helikopter ini bukan hanya untuk mempersingkat waktu perjalanan saja, namun untuk memastikan bahwa lokasi pelepasliaran Harimau Sumatera tersebut terjamin keamanannya bagi satwanya dan tidak terjangkau oleh manusia.

Catrini menambahkan, selain penggunaan helikopter menuju lokasi pelepasliaran, GPS Collar juga telah dipasangkan oleh tim PR-HSD ARSARI bersama dengan Balai KSDA Sumatera Barat dan mitra SINTAS (Save Indonesian Nature and Threatened Species).

“GPS Collar ini dimaksudkan untuk memantau pergerakan dari Ciuniang, sebagai antisipasi apabila ia terpantau mendekati pemukiman”, pungkas Catrini

Dalam kesempatan terpisah, Ketua YAD, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung lepas liar ini.

“Kami bangga bahwa di awal tahun dengan kondisi sulit di masa pandemi ini kita masih bisa menyaksikan kembalinya satwa liar ke habitat alaminya”, ujar Hashim.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2