Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang Disertai Emotikon Ketawa
Klikhijau.com – Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni di tahun berjalan. Pada tahun 2020 ini, tema yang diangkat adalah Time For Nature. Peringatan World Environment Day ...
Klikhijau.com – Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni di tahun berjalan. Pada tahun 2020 ini, tema yang diangkat adalah Time For Nature.
Peringatan World Environment Day bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global untuk mengambil tindakan positif dalam melindungi alam dan planet Bumi.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati sejak tahun 1972 dan ditetapkan oleh Majelis Umum PBB.
Tema tahun ini mengajak seluruh penduduk dunia untuk menyadari bahwa makanan yang dimakan, air yang diminum, dan ruang hidup di planet yang ditinggali adalah sebaik-baiknya manfaat dari alam (nature) sehingga harus kita jaga kelestariannya.
[irp]
Kemarin, 4 Juni 2020, saya mencoba bertanya ke beberapa orang teman, termasuk yang ada di kontak WA saya. Mereka adalah generasi milenial, rata-rata berada di bawah 30 tahun.
Meski kategori generasi milenial tidak hanya berlaku bagi mereka yang di dibawah 30 tahun. Karena para ahli mengelompokkan generasi ini pada awal dan akhir kelahiran, yakni yang lahir di tahun 1980-1990 hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran.
Pertanyaan yang saya sodorkan cukup sederhana, “Tahu tanggal berapa Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia?”
Kebanyakan dari yang saya tanya menjawab dengan kata tidak tahu disertai emotikon ketawa. Seolah itu ‘tidak tahu’ adalah hal yang lucu.
“Tidak tahu, memang tanggal berapa?” jawan Madinah disertai pertanyaan. Saya kemudian menjawabnya tanggal 5 Juni.
Jawaban Madinah, gadis kelahiran Makassar itu serupa dengan jawaban Faisal, salah seorang pemuda Desa Kindang. Faisal juga mengaku todak tahu. Tapi, begitu ia tahu. Responsnya sungguh manis. Ia mengajak melakukan aksi lingkungan.
Namun, hal tak terduga saya dapatkan dari jawaban Meri, perempuan yang beralamat di Desa Taeng, Gowa itu mengaku tak tahu, lagi pula baginya tak terlalu penting.
[irp]
“Tak penting, lebih penting tanggal gajian,” balasnya sambil disertai emotikon ketawa.
Tidak bisa memang dinafikkan, banyak peringata hari-hari besar yang dianggap tak penting oleh masyarakat. Bisa jadi karena kebanyakan dari sebuah peringatan hanyalah seremonial belaka.
Ketidaktahuan juga melanda Nur Aini, perempuan yang tinggal di Kabupaten Soppeng tersebut juga mengaku tak tahu.
“Masa?” jawabnya ketika saya beritahu tanggal 5 Juni.