Hanjuang, Tanaman Ritual yang Jadi Pembatas Kebun

Klikhijau.com – Hanjuang atau Cordyline fruticosa merupakan tanamn yang menarik. Warna daunnya yang ungu kemerah-merahan  bercampur hijau jadi kombinasi yang cantik. Tanaman ini biasanya dijadikan...

Hanjuang, Tanaman Ritual yang Jadi  Pembatas Kebun
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Hanjuang atau Cordyline fruticosa merupakan tanamn yang menarik. Warna daunnya yang ungu kemerah-merahan  bercampur hijau jadi kombinasi yang cantik.

Tanaman ini biasanya dijadikan tanaman hias, yang menjadi ‘bunganya’ adalah daunnya  sendiri. Di kampung saya, Kindang. Tanaman ini lebih banyak dimanfaatkan masyarakat untuk menandai batas kebunnya. Warga menamainya siri merah.

Dipilihnya tanaman hanjuang karena tidak merambat ke mana-mana. Pun batangnya tidak tumbuh besar seperti kayu pada umumnya. Ia  memiliki bentuk tegak, jarang bercabang, dengan kisaran tinggi 2-4 meter saja.

Sebagai pembatas kebun atau sawah. Warna daunnya sangat membantu, sebab dari jauh  kita sudah mengetahui batas kebun satu warga dengan warga yang lainnya.

Bukan hanya di kampung saya, waktu berkunjung ke kampung Senggaang, Bulukumba. Saya juga temukan banyak tanaman hanjuang yang dijadikan pembatas kebun oleh warga setempat.

Tanaman ini memiliki daun berbentuk lanset lebar memiliki variasi warna merah tua, merah kecoklatan atau hijau.

Ujung daunnya berbentuk runcing, pangkalnya runcing, tepinya berombak, susunan tulangnya menyirip, dagingnya seperti kertas,  dan batang arah pertumbuhannya secara monopodial.

Warna ungu kemerah-merahan disebabkan karena warna yang diserap dari cahaya matahari untuk fotosintesis, yaitu warna merah dan biru atau ungu. Hal ini karena warna lain dari cahaya matahari di refleksikan atau diserap lalu direfleksikan.

Warna ungu dapat diserap oleh tanaman karena nilai intensitasnya lebih rendah dari warna lainnya, yaitu 10−14 . Warna biru yang memiliki nilai intensitas 10−12 akan menginduksi pertumbuhan daun dan warna merah yang  memiliki nilai intensitas 104 dikombinasikan dengan warna biru akan merangsang perbungaan, (Imam Safir Alwan Nurza, 2019).

Tanaman makam

Sedangkan akar tanaman ini memiliki akar serabut karena akar sekundernya lebih banyak bercabang. Hal ini disebabkan akar primernya telah hilang dan digantikan dengan akar sekunder.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2