Hal-hal yang Perlu Diketahui perihal Ekspor Produk Perikanan

Klikhijau.com – Belum lama ini Sulawesi Selatan melakukan ekspor perdana produk perikanan. Negara yang menjadai tujuannya adalah Singapura (Baca di SINI). Lalu seperti apa proses ekspor tersebut, A...

Hal-hal yang Perlu Diketahui perihal Ekspor Produk Perikanan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Belum lama ini Sulawesi Selatan melakukan ekspor perdana produk perikanan. Negara yang menjadai tujuannya adalah Singapura (Baca di SINI).

Lalu seperti apa proses ekspor tersebut, Adeltus Lolok, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai Makassar mengungkapkan bahwa pengawasan bea cukai terhadap barang ekspor dilakukan berdasarkan analisis manajemen risiko.

Menurutnya, barang ekspor perikanan tidak wajib periksa fisik oleh Bea Cukai, kecuali jika terkena random atau berdasarkan info intelijen.

Dengan pemanfaatan manajemen risiko dan mempertimbangkan kelancaran arus ekspor barang, 95% barang ekspor dari Bea Cukai Makassar tidak wajib periksa fisik.

Namun, barang-barang ekspor yang terkena jalur merah akan dilakukan pemeriksaan fisik, antara lain produk biji kakao, produk sawit dan turunannya, serta beberapa komoditi ekspor berupa produk kayu.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BKIPM Makassar, Muhammad Irfan Rais menegaskan, perizinannya adalah dengan melakukan in proses inspection. BKIPM sendiri merupakan singkatan Badan Karantina Ikan,Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan.

“Jadi, kita melakukan kunjungan untuk melihat proses pengolahan ikan di pabrik. Selain itu ada juga pengujian laboratorium untuk mengkonfirmasi mutu ikan. Pengawasannya pada saat akan ekspor dilakukan pengecekan fisik, melihat kesesuaian jenis ikan yang akan di ekspor.

Bebas dari tiga bahan berbahaya

Muhammad Irfan Rais mengungkapkan pula, ikan kualitas ekspor itu harus bebas dari bahan-bahan yang dapat membahayakan manusia. Bahaya itu ada tiga jenis, yaitu bahaya fisik, bahaya biologi, dan bahaya kimiawi.

Bahaya fisik itu misalnya ada serpihan logam, bahaya biologi itu misalnya dari bakteri atau virus yang berbahaya, bahaya kimia itu misalnya dari bahan-bahan kimia seperti formalin,

Untuk memastikan ikan bebas dari tiga bahaya itu, maka pihak BKIPM akan melakukan kunjungan lapangan. Tujuannya untuk melihat alur proses yang ada unit pengolahan seperti apa.

Dari alur proses itu, bahaya-bahaya yang kemungkinan akan muncul diindentifikasi dan dilakukan tindakan pencegahan. Pengujian laboratorium juga dilakukan secara berkala untuk mengkonfirmasi efektifitas tindakan pencegahan di lapangan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2