Hal-hal yang Perlu Diketahui perihal Ekspor Produk Perikanan

Klikhijau.com – Belum lama ini Sulawesi Selatan melakukan ekspor perdana produk perikanan. Negara yang menjadai tujuannya adalah Singapura (Baca di SINI). Lalu seperti apa proses ekspor tersebut, A...

Hal-hal yang Perlu Diketahui perihal Ekspor Produk Perikanan
Bacakan Artikel

Hilman Pujana, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar mengungkapkan, terkait  ekspor ikan yang jadi salah satu unggul Sulsel, pihaknya mendorong  adanya pemain baru yang mau masuk di pelayanan (jasa pengiriman atau jasa ekspor).

“Semakin banyak pelaku usaha masuk akan memberikan pilihan bagi konsumen. Dan dari informasi yang saya kumpulkan, setidaknya di Makassar ini ada dua pelaku usaha direct. Pertama ada Garuda dan yang kedua adalah Aplog,” jelanya.

Menurutnya  kedua pemain ini merupakan BUMN. Hal  pertama yang KPPU lakukan adalah proses pencegahan, hal ini sudah disampaikan  ke Direct Ap Logistik sebagai Aplog pemain air frater dan juga pengelola bandara.

“Hal itu rentan terhadap terjadinya dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 5 tahun 1999. Di situ perlu kami sampaikan bahwa perlu dipastikan ke teman-teman di jajaran Aplog  bahwa sudah mengerti dengan komplain atau patuh terhadap UU No 5 tahun 1999. Jangan sampai melakukan diskriminasi terhadap pesaing,” terangnya.

Selain itu, jangan ada kesepakatan di antara para pemain dalam terkait dengan harga yang di tetapkan untuk jasa pengiriman ke luar negeri. Itulah yang dilakukan oleh pihak KPPU Makassar terkait dengan sektor logistik direct.

Libatkan UKM

Kepala Kanwil Bea Cukai  Sulsel, Nugroho Wahyu Widodo  mengakui, ketika ia pertama kali melihat  potensi perikanan, tambang,  perkebunan di Sulsel ia merasa takjub. Ia melihat kalau ekspor itu menyentuh pada kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Karenanya, pihaknya mendorong masyarakat yang ingin ekspor agar  menemui biaya cukai, baik di wilayah maupun di kantor pelayanan. Nantinya akan  dibimbing, baik dari permodalan, masalah kurasi produk, maupun masalah pasar.

Hasilnya banyak yang sering melakukan isis making antara pengusaha kita langsung di Jepang, karena kita punya atasan di Jepang, di Hongkong, di Singapura. Mereka ini semangat mencarikan pasar untuk Usaha Kecil dan Menengah.

“Begitu UKM bisa mengekspor, mereka dapat penghasilan. Penghasilannya itu, pertama untuk kesejahteraan mereka, kedua untuk negara karena dapat  devisa. Setelah dapat devisa, artinya  perdagangan kita positif, yang artinya pula kita bisa mengekspor/mengimpor dengan tanpa utang,” ungkapnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2