Filosofi Profesi Dokter sebagai Pejuang Kemanusiaan

Klikhijau.com - Filosofi profesi dokter memiliki makna kuat yang identik sebagai pejuang kemanusiaan. Dokter adalah mereka dengan keilmuan kedokteran/kedokteran gigi yang mampu memberikan pengobatan k...

Filosofi Profesi Dokter sebagai Pejuang Kemanusiaan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Filosofi profesi dokter memiliki makna kuat yang identik sebagai pejuang kemanusiaan. Dokter adalah mereka dengan keilmuan kedokteran/kedokteran gigi yang mampu memberikan pengobatan kepada pasien dari berbagai macam penyakit.

Dalam perjalanan sejarahnya, filosofi Hipocrates pada awalnya merupakan suatu bentuk perlawanan terhadap mistifikasi medis, tahayul, dan persepsi bahwa munculnya suatu penyakit karena sihir dan dewa-dewa.

Modernisasi ilmu kedokteran selanjutnya bersandar pada frame "positivistik", bahwa asas kebenaran sebuah teori dikatakan absah apabila berada dalam kerangka ilmiah.

Dokter adalah mereka yang penolong, kemampuanya menyembuhkan penyakit tertentu  adalah amanah kemanusiaan. Tak elok seorang dokter berdiam diri saja sementara di sekelilingya banyak orang yang sakit. Dokter itu serupa cahaya dalam gelap gulitanya tubuh dan jiwa seorang pasien.

Filosofi profesi dokter

Dalam diri seorang dokter sebaiknya tumbuh belas kasih, jiwa penyayang dan

cinta kasih yang berlimpah ruah. Konon dokter adalah mereka yang seperti malaikat. Ketika melihat penyakit diderita oleh seorang pasien, dokterlah tempat menggantungkan harapan untuk sembuh.

Tapi apakah sesungguhnya yang abadi dalam diri seorang dokter sehingga dia pantas disebut dokter? Ilmu pengetahuan kedokteran/kedokteran gigi adalah ilmu terapan yang terus berubah dan berkembang dengan pesat. Dan teknologi telah menyediakan kemudahan yang tak berkesudahan untuk itu.

Seorang dokter biasanya memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Mengapa demikian? karena sejatinya dokter ingin menyembuhkan pasien tidak hanya dari aspek penyakitnya. Tetapi pasien mesti diberikan suasana yang nyaman baik pada saat datang, sementara dirawat ataupun setelah dirawat.

Untuk mendapatkan suasana nyaman tersebut, biasanya dokter harus murah senyum. Memiliki empati yang tinggi, tidak mengeluarkan kata-kata yang "judes". Bersedia dan sabar mendengar keluhan pasien, memberi kesempatan kepada pasien untuk bertanya, dan memberikan penjelasan kepada pasien dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Karena seorang dokter tidak bekerja sendiri, dia akan bekerja dengan dokter-dokter lain, perawat, perawat gigi hingga cleaning service, bahkan dengan mahasiswanya ketika dokter tersebut adalah dosen. Maka diperlukan kemampuan komunikasi yang baik dalam sebuah komunitas atau  organisasi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2