Energi Baru Terbarukan, Kekuatan Baru Energi Dunia

Klikhijau.com – Jika kamu berkunjung ke Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Kamu akan melihat baling-baling besar. Baling-baling itu adalah sumber energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)...

Energi Baru Terbarukan, Kekuatan Baru Energi Dunia
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Jika kamu berkunjung ke Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Kamu akan melihat baling-baling besar. Baling-baling itu adalah sumber energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau angin.

Pembangkit listrik tersebut adalah sumber energi baru terbarukan. Energi yang digadang-gadang akan menjadi kiblat masa depan.

Saat ini pembangkit listrik non fosil memang sedang gencar dibangun, karena lebih berkelanjutan. Di Sulawesi Selatan sendiri sudah ada dua energi bayu, satunya ada di Kabupaten Sidrap, yang menjadi PLTB pertama di Indonesia.

Sumber energi terbarukan bukan hanya bayu, tapi juga air dan sinar matahari. Sebagai energi masa depan, sebuah studi baru-baru ini menemukan energi baru terbarukan dipercaya dapat memenuhi sebagian besar energi dunia.

Hasil studi tersebut dipublikasikan di  Nature Communications.  Menurutnya  bahkan negara-negara industri yang paling membutuhkan pasokan listrik yang besar dapat mengandalkan energi terbarukan, khususnya angin  dan matahari.

Studi itu dipimpin oleh para peneliti dari University of California, Irvine (UCI) untuk mengatasi kekhawatiran yang diajukan oleh kritik terhadap energi terbarukan.

Ketika sedang dunia berjuang untuk menjauh dari bahan bakar fosil. Para pengkritik  menentang perubahan, mereka berpendapat bahwa energi terbarukan tidak dapat memenuhi kebutuhan energi negara-negara industri dengan cukup memadai.

Untuk menanggapi kritik itu, para peneliti  penelitian ini menganalisis kebutuhan listrik per jam dari 42 negara maju selama 39 tahun terakhir.

Angin dan matahari bisa jadi andalan

Hasilnya, mereka menemukan bahwa tenaga angin dan matahari dapat menutupi hingga 80 persen dari kebutuhan energi di sebagian besar negara maju. Menariknya meski tanpa memerlukan penyimpanan yang berat.

Bahkan lebih lanjut, studi ini menemukan pula bahwa angin dan matahari dapat menutupi 72-91 persen kebutuhan energi di sebagian besar negara yang diteliti.

Dengan peningkatan penyimpanan baterai 12 jam, angin dan matahari dapat memenuhi 83-94 persen kebutuhan daya di sebagian besar negara.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2