Edukasi Kesadaran Konservasi Siswa di Bone, TN Babul Gandeng SMK Kehutanan

Klikhijau.com - Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) menggelar kampanye penyadartahuan satwa prioritas di Desa Bonto Masunggu, Tellu Limpoe Kabupaten Bone, (29/3). Kegiatan penyuluhan...

Edukasi Kesadaran Konservasi Siswa di Bone, TN Babul Gandeng SMK Kehutanan
Bacakan Artikel
Ramli

Menjaga Hutan dan Mengamati Burung

Klikhijau.com - Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) menggelar kampanye penyadartahuan satwa prioritas di Desa Bonto Masunggu, Tellu Limpoe Kabupaten Bone, (29/3).

Kegiatan penyuluhan yang diikuti sekira 21 orang siswa ini berlangsung meriah. Mereka merupakan siswa-siswi kelas 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satu Atap 2 Tellu Limppoe, Kabupaten Bone.

Kampanye penyadartahuan ini merupakan media memberikan pemahaman dan penguatan literasi konservasi untuk generasi muda.

Menariknya, kegiatan ini melibatkan pula siswa SMK Kehutanan Makassar dalam berbagi informasi dan pengalaman ke para siswa. Mereka mengajak generasi muda menjaga kelestarian alam, terutama satwa yang dianggap penting serta habitatnya.

"Dirjen KSDAE mencanangkan program ‘KSDAE mengajar', seluruh unit pelaksana teknis diminta melakukan pembelajaran di desa-desa binaannya," terang Iqbal Abadi Rasjid, S.Pt., M.P., Kepala Seksi 1, TN BABUL, saat memberi sambutan.

Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) 1 Balocci memulai mengajar dari Desa Bonto Masunggu. Menggandeng siswa SMK Kehutanan Makassar sebagai perpanjangan lidah TN Babul untuk mengedukasi peserta sosialisasi.

"Adik-adik apabila melihat ada orang yang berburu monyet, rangkong atau elang harus berani menyampaikan kalau satwa itu dilindungi. Satwa-satwa tersebut adalah kekayaan kampung kita, kalau punah nanti hanya tinggal cerita. Anda adalah corong kami untuk mengedukasi mereka. Sampaikan bahwa satwa tersebut penyeimbang alam," jelas Iqbal.

[caption id="attachment_24674" align="alignnone" width="640"]konservasi Foto monyet di habitatnya - Foto: Ramli[/caption]

Para siswa diajak untuk menjaga kelestarian alam. Utamanya menjaga satwa-satwanya dan melindungi habitatnya dari keserakahan para perusak.

"Monyet atau dare masih sering merusak tanaman sehingga mereka buru. Masyarakat juga suka menembak rangkong untuk jadikan paruhnya sebagai koleksi. Rusa masih banyak yang incar sebagai sumber protein," terang Ir. Anshar, Kepala Sekolah SMP Satap 2 Tellu Limpoe.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2