Dukung Program REDD+, KLHK Siapkan Bantuan Pendanaan untuk Konservasi
Klikhijau.com - REDD (Reducing Emissions from Deforestation and forest degradation in developing countries) atau pencegahan emisi dari deforestasi dan degradasi di negara berkembang merupakan program...
Klikhijau.com - REDD (Reducing Emissions from Deforestation and forest degradation in developing countries) atau pencegahan emisi dari deforestasi dan degradasi di negara berkembang merupakan program kesepakatan global untuk menangani emisi karbon akibat kerusakan hutan yang terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Program ini bertujuan memberi apresiasi kepada negara-negara berkembang yang telah melalui mekanisme penanganan deforestasi dan menuai hasil positif dari upaya pencegahan ini.
Di Indonesia sendiri, program REDD+ dikoordinir langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerjasama dengan kementerian keuangan dalam pengelolaan pendanaan.
Dalam media briefing “Progress Terkini Result Based Payment REDD+” yang diadakan kementerian LHK, Wakil Menteri LHK, Alue Dohong menjelaskan keseriusan Indonesia untuk terlibat aktif dalam penanganan emisi akibat deforestasi dan degradasi lingkungan selama beberapa tahun terakhir.
“Indonesia telah berkomitmen dalam REDD untuk mengurangi emisi yang dihasilkan oleh deforestasi. Bukti komitmen Indonesia itu adalah dengan disetujuinya pembayaran dalam mengurangi emisi yang disebut services velue,” ujar Alue saat Media Briefing, Kamis (11/2/2021).
Alue Dohong juga menjelaskan adanya tren positif yang diraih Indonesia selama kurun beberapa tahun terakhir sehingga mendapatkan bantuan pendanaan dari negara-negara Eropa, termasuk Norwegia.
[irp]
“Untuk tahap pertama telah dilakukan assesment oleh badan internasional untuk memverifikasi laporan Indonesia. Pada tahun 2016-2017, Indonesia telah berhasil mengurangi 11,23% emisi dengan nilai 56 juta US Dollar,” tambahnya.
KLHK juga tengah menunggu pencairan dana dari pemerintah Norwegia. Bantuan ekonomi global ini nantinya akan digunakan dalam beberapa program konservasi dan bantuan ekonomi usaha sektor kehutanan.
“Komunikasi kita sudah sangat serius dengan mereka, intinya sekarang komitmen kedua pihak. Saya sudah sampaikan bahwa kita sudah memenuhi seluruh syarat. Tata kelola keuangannya juga mengikuti tata kelola internasional. Lembaga yang ditunjuk untuk mengelola dana ini. Semua telah menjadi tanggung jawab pemerintah. Karena mereka (Norwegia) secara resmi menyatakan akan membayar,” jelas Alue.