Dokumen SRAK, Sebuah Upaya Pelestarian Orang Utan Indonesia

Klikhijau.com - Tiga jenis orang utan Indonesia sedang dalam kritis. Ketiganya adalah orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus), orang utan Sumatera (Pongo abeli), dan orang utan Tapanuli (Pongo tapanuli...

Dokumen SRAK, Sebuah Upaya Pelestarian Orang Utan Indonesia
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Hal ini juga mendorong pemerintah untuk menetapkan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) untuk menjamin kelestarian orang utan. KEE adalah ekosistem di luar kawasan hutan konservasi. Yang secara ekologis penting bagi konservasi keanekaragaman hayati yang mencakup ekosistem alami dan buatan yang berada di dalam dan di luar kawasan hutan.

Wiratno menekankan, diperlukan komitmen dan sinergi yang tinggi dari seluruh lapisan baik dari pemerintah, masyarakat, akademisi dan juga sektor swasta untuk menjamin kelestarian orang utan.

“SRAK orang utan Indonesia merupakan acuan strategi yang harus dilaksanakan oleh semua pihak dan tidak dapat dilaksanakan sendiri-sendiri. SRAK Orang utan bukan sekodar produk dari pemerintah dalam hal ini KLHK saja, tapi lebih dari itu yaitu sebuah inklusif yang mengajak dan mendorong kita semua untuk berbagi peran dalam implementasi upaya konservasi orang utan di Indonesia,” tegas Wiratno.

Acara peluncuran SRAK Orang utan Indonesia 2019-2029 melibatkan Direktorat Teknis lingkup Ditjen KSDAE, Kepala Balai/Balai Besar Taman Nasional di Sumatera dan Kalimantan, Forum Orang utan Indonesia (Forina), Forum Konservasi Orang utan Regional, akademisi/perguruan tinggi, lembaga riset, sektor swasta, serta pemerhati dan penggiat konservasi orang utan.

Wiranto menilai orang utan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Yang tentunya berperan penting dalam kehidupan manusia. Sebagai umbrella species dan penyebar biji, orang utan membutuhkan ekosistem hutan yang baik sebagai syarat hidupnya.

“Saat kita melindungi orang utan, maka secara tidak langsung kita juga telah melindungi kehidupan yang ada di dalamnya,” pesan Wiratno.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2