Dengan Tinja, Masana Selamatkan Lingkungan Selama Hampir 50 Tahun

Klikhijau.com –  Sekarang ini, buang tinja di sembarangan tempat atau di alam bebas sudah mulai ditinggalkan. Orang mulai menerapkan WC di dalam rumahnya dengan cara menggali tanah sebagai bak menampu...

Dengan Tinja, Masana Selamatkan Lingkungan Selama Hampir 50 Tahun
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Di Jepang sendiri, telah banyak terpasang toilet yang dapat   dapat memainkan suara untuk meredam bunyi tinja yang nyemplung.

Hal ini menjadi salah satu yang dikritik Masana bahwa kita malu mengakui kotoran yang dikeluarkan dari tubuh.

Kepada Japan Times, Masana mengungkapkan jika manusia sangat egosentris. Mereka tidak mau membuka mata bahwa tahi ‘yang kotor dan tidak berarti” adalah harta karun bagi makhluk hidup lainnya.

“Buang air besar adalah kewajiban yang harus disadari secara penuh. Kita mengembalikan kehidupan dengan buang hajat di luar ruangan,” katanya.

Baginya BAB di luar ruangan adalah tindakan menjawab panggilan alam sesungguhnya. Ia berpikir manusia sudah terlalu mengasingkan diri dari alam bebas. Pengolahan limbah adalah satu aspek yang diambil manusia tanpa mengembalikannya lagi.

Agar aksinya bisa menular ke banyak orang, Masana sudah mengadakan talkshow di mana-mana untuk menyebarkan filosofinya ke seluruh Jepang. Ia mengajak orang untuk BAB di luar ruangan.

Tak hanya talkshow, Masana juga telah  telah menulis panduan BAB di luar ruangan, Let’s Start Outdoor-Defecating With Leaves, pada 2017.

Dia menentukan daun mana saja yang bisa digunakan untuk mengelap pantat. Menurutnya, “ada banyak daun lembut yang mudah menyerap.”

BAB di luar ruangan tak semudah yang di bayangkan. Ada tata cara dan etika yang harus diikuti, tidak boleh di sembarang tempat, yakni  tidak mencemari zona alpine dan sumber air, menghindari lokasi yang dapat mengalami eutrofikasi tanah, dan setelah BAB, tinja harus dikubur  dan menyeka bokong dengan daun dan air.

“Ada yang mengkritik… tapi saya tidak pernah dilarang BAB di luar,” tutur Masana.

Baginya, BAB di alam bebas adalah cara untuk menyelamatkan lingkungan dan meraih kebahagian.

Tetap semangat, Masana Izawa...

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2