Daur Ulang Sampah, Salah Satu Jurus Malaysia Perangi Plastik
Klikhijau.com – Daur ulang sampah jadi andalan berbagai negara untuk melawan sampah plastik. Tidak terkecuali Malaysia. Malaysia menurut laporan Grup konservasi lingkungan WWF awal tahun ini negar...
Klikhijau.com – Daur ulang sampah jadi andalan berbagai negara untuk melawan sampah plastik. Tidak terkecuali Malaysia.
Malaysia menurut laporan Grup konservasi lingkungan WWF awal tahun ini negara penyumbang pencemaran laut terburuk dengan berada pada peringkat pertama.
Setiap warga negara Malaysia memproduksi sampah plastik sekitar 16 kg per orang setiap tahun. Konsumen sampah plastik terbesar di Asia masih ditempati oleh China.
Dan Indonesia berada pada urutan ke dua sebagai negara penyumbang sampah plastik di Asia. Tiga negara lainnya adalah Filipina, Thailand, dan Vietnam.
[irp]
Jika digabung keenam negara diperkirakan menyumbang 60 persen dari 8 juta ton sampah plastik yang masuk ke lautan dunia setiap tahunnya.
Malaysia seperti negara lainnya—berperang melawan sampah plastik. Belum lama ini tim relawan Malaysia menyisir garis pantai resor Tioman.
Aktivitas itu dilakukan setiap akhir pekan. Tujuannya untuk mengumpulkan sampah plastik yang tersapu di pantai berpasir putih di pulau itu. Pantai yang terletak di Laut China Selatan.
Hanya saja, sampah-sampah yang dikumpulkan tidak dikubur atau dibakar, mereka melakukan daur ulang sampah-sampah tersebut dengan cara yang tidak biasa.
Cara yang ditempuh adalah sampah itu didaur ulang menjadi butiran plastik. Ketika telah menjadi butiran plastic kemudian disulap menjadi barang yang bernilai ekonomi. Mulai dari suku cadang mobil hingga peralatan rumah tangga dan furnitur.
Meski begitu, Sydney Steenland, Pendiri Sea Monkey Project yang merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang terlibat dalam daur ulang limbah laut mengakui jika semua semua dibungkus menggunakan plastik sehingga menjadi agak sulit.
“Situasi ini tidak akan pernah berhenti jika Anda tidak memberi tahu orang-orang untuk berhenti menggunakan plastik terlebih dahulu,” katanya.
[irp]