Dari Pedalaman Baduy Menebar Virus Literasi Hijau Ke Seluruh Pelosok Negeri

Klikhijau.com - Di pedalaman suku Baduy, nama Nury Sybli tidaklah asing terutama bagi anak-anak. Nury dikenal sebagai ibu baca tulis Suku Baduy Luar. Julukan ini muncul berkat kerja kerasnya sepulu...

Dari Pedalaman Baduy Menebar Virus Literasi Hijau Ke Seluruh Pelosok Negeri
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Di pedalaman suku Baduy, nama Nury Sybli tidaklah asing terutama bagi anak-anak. Nury dikenal sebagai ibu baca tulis Suku Baduy Luar.

Julukan ini muncul berkat kerja kerasnya sepuluh tahun terakhir mengenalkan budaya literasi (baca, tulis dan angka-angka) bagi masyarakat Baduy.

Nury berharap, dengan pengetahuan baca dan tulis, masyarakat pedalaman tersebut dapat mempelajari dan melestarikan budayanya.

Kecintaannya terhadap pedalaman Baduy telah ada sejak Nury masih SMA. “Saya kagum dengan gaya hidup masyarakat Baduy yang begitu menyatu dengan alam,” ucapnya.

Itulah sebabnya, perempuan kelahiran Serang 22 September 1978 ini berkunjung ke Badui sejak tahun 90-an. Tepatnya, di desa Balingbing. Nury benar-benar sudah membaur dengan kehidupan  masyarakat Baduy luar.

Nury bahkan memiliki sahabat dekat asli Baduy yang selalu tulus menyiapkan tempat singgah setiap kali dirinya berkunjung. Kang Sarpin, namanya.

Di sela-sela kesibukannya mengajar anak-anak pedalaman suku Baduy sejak tahun 2007, Nury mendirikan sebuah komunitas bernama Blackhouse Library.

Ia pun mendirikan pustakan mandiri; #RUMAHBACAAKAR di pelosok-pelosok Indonesia.

Sampai Februari 2018 ini, sudah ada 30 Rumah Baca Akar yang berdiri di Maumere-NTT, Ende-NTT, Bajawa-NTT, Sumbawa-NTB, Kajang-Sulawesi Selatan, Bangka Belitung, Lampung Selatan, Lampung Timur, Serang-Banten, Bogor-Jawa Barat, hingga Wonogiri-Jawa Tengah.

Perempuan yang hobi photografer ini aktif berkeliling Indonesia mengkampanyekan pentingnya budaya literasi khususnya bagi generasi muda.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2