Dalam Diri Lies F Nurdin, Program WWF Dapatkan Jodohnya

Klikhijau.com – Pekerjaan mengurangi produksi sampah plastik adalah pekerjaan yang nyaris tak berhenti. Boleh dikata setiap detik ada saja sampah plastik yang dibuang bukan pada tempatnya. Tergelet...

Dalam Diri Lies F Nurdin, Program  WWF Dapatkan Jodohnya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

WWF dalam satu tahun terakhir memang fokus untuk menurunkan konsumsi plastik dari kota-kota besar dunia. Hal itu diakui sendiri oleh Regional Lead Plastic Smart Cities WWF, Yumi Nishikawa

“Plastic Smart Cities adalah program global yang didirikan WWF sebagai support kota-kota dunia untuk berkomitmen pada nonplastic cities. Di Indonesia ada dua kota, yakni Jakarta dan Makassar,” terang Yumi.

Dipilihnya Makassar menurut Yumi , sebagai salah satu kota karena problem produksi sampah cukup besar di kota ini. Selain itu makassar merupakan hub di kawasan timur Indonesia.

“Makassar problem dan produksi sampah sangat besar namun NGO (Non-Goverment Organization) yang lain hanya fokus pada di Jawa dan Bali, Makassar sebagai hub Sulsel sangat penting untuk kerja kami sekarang,” jelas Yumi.

Yumi juga menjelaskan salah satu program plastic smart cities melalui netwotk global yang mempelajari dan mengimplementasikan kesuksesan kota-kota yang telah berhasil mengelolah produksi sampah plastik.

Tak hanya di Indonesia, negara Filipina, Vietnam, Thailand dan China juga menjadi fokus pengelolaan sampah plastik karena produksi sampah yang sangat tinggi di Asia. Catatan pentingya adalah, di region Asia, Indonesia merupakan negara kedua penghasil samph plastik tertinggi setelah Cina.

“Untuk itu, kami mengharap support dari Local Government untuk membantu project kami ke depan,” tutupnya.

Program WWF di Makassar memang bertemu jodohnya, yakni Liestiaty F Nurdin. Perempuan yang terus berjuang mengurangi sampah plastik.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2