Dalam Diri Lies F Nurdin, Program WWF Dapatkan Jodohnya

Klikhijau.com – Pekerjaan mengurangi produksi sampah plastik adalah pekerjaan yang nyaris tak berhenti. Boleh dikata setiap detik ada saja sampah plastik yang dibuang bukan pada tempatnya. Tergelet...

Dalam Diri Lies F Nurdin, Program  WWF Dapatkan Jodohnya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Pekerjaan mengurangi produksi sampah plastik adalah pekerjaan yang nyaris tak berhenti.

Boleh dikata setiap detik ada saja sampah plastik yang dibuang bukan pada tempatnya. Tergeletak dengan damai mencemari lingkungan. Dibuang oleh orang yang tak bertanggungjawab.

Namun, meski menjadi pekerjaan yang rumit dan menguras tenaga serta pikiran. Ada saja orang yang tak pernah lelah beraksi mengurangi produksi sampah plastik.

Salah satu orang yang gencar memerangi plastik sekali pakai adalah Liestiaty F Nurdin atau Lies F Nurdin. Perempuan yang kini memimpin TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan.

Liestiaty juga merupakan istri Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Selama menjabat sebagai ketua TP PKK Sulsel. Ia tetap pada fokus dan komitmen dalam mengurangi produksi sampah plastik di Sulsel .

Di setiap agenda kegiatan bersama PKK Sulsel maupun sejumlah organisasi yang ia pimpin, kampaye Say No to Plastik selalu ia dengungkan.

Hal terbaru yang diterabas oleh Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin adalah berkomitmen untuk mendukung program Plastic Smart Cities.

Program tersebut dimotori oleh salah satu lembaga internasional World Wide Fund (WWF) yang berfokus di masalah lingkungan.

“Bapak Gubernur dan saya sangat mensupport karena sejalan dengan kita punya program, yakni meminimalkan sampah plastik sekali pakai, dan di Indonesia ada dua kota yang ditunjuk, Jakarta dan Makassar,” jelasnya usai rapat bersama tim WWF di Rujab Gubernur Sulsel, Kamis, 6 Februari 2020.

Katanya lagi, ke depannya WWF juga akan menjalin kerjasama dengan para peneliti mikroplastik untuk mengetahui dampak dari ikan yang kita konsumsi dan telah terdampak mikroplastik.

Program global WWF

“Mereka (WWF) akan menjalankan program selama empat tahun di sini, ada beberapa program yang akan kami lakukan bersama, salah satunya dengan bekerjasama dengan para peneliti mikroplastik dari Unhas untuk mengetahui dampk konsumsi ikan yang memakan sampah plastik yang mencemari laut,” jelas Lies.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2