Daerah Asal Manusia Pertama itu, Pamerkan Piring dari Pelepah Pinang

Klikhijau.com - “ Di sana ada sedotan dari bambu,” ujar Andri begitu ia tiba di stand klikhijau. “Di mana?” tanya saya “Di stand Kabupaten Luwu,” Usai Andri menyebut nama standnya, saya bergegas me...

Daerah Asal Manusia Pertama itu, Pamerkan Piring dari Pelepah  Pinang
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - “ Di sana ada sedotan dari bambu,” ujar Andri begitu ia tiba di stand klikhijau.

“Di mana?” tanya saya

“Di stand Kabupaten Luwu,”

Usai Andri menyebut nama standnya, saya bergegas menuju stand tersebut. Tidak sulit menemukannya di antara jejeran stand yang memadati acara Sulsel Expo 2019 di Celebes ConventionCenter (CCC)

Di sana saya bertemu Ibu Husna dan beberapa orang yang sedang siaga menjaga stand pameran Pemerintah Daerah Luwu.

Informasi dari Andri memang benar, ada sedotan dari bambu yang dipajang, namun bukan hanya sedotan yang dipamerkan, ada berbagai macam kerajinan tangan.

Dan hal yang paling yang menarik perhatian saya adalah piring dari pelepah pohon pinang. Inovasi itu membuat saya kaget dan menyeret ke masa lalu.

Dulu, ketika saya kecil daun pinang yang biasa jatuh bersama pelepahnya adalah media “andalan” untuk berseluncur.

Tentu saja berseluncur yang saya maksud bukan seperti arti berseluncur dalam Kamus Besar Bahasa Indoonesia, yakni olahraga di atas es dengan cara berjalan menggunakan sepatu pisau di bagian bawahnya.

Berseluncur yang saya maksud tidak menggunakan sepatu dan bukan di atas es. Tapi, medianya adalah pelepah pinang. Satu orang atau lebih duduk di atasnya kemudian ditarik.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2