Ciptakan Rompi Anti Peluru dari Gebang, Armour Mike Harumkan SMAN 3 Denpasar

Klikhijau.com – Semua berawal saat  Ni Luh Putu Anjany Putri Suryaningsih atau yang lebih akrab disapa Anjany. Pada tahun 2018 lalu ia terlibat dalam kegiatan Jurnalisme Warga Award. Salah satu materi...

Ciptakan Rompi Anti Peluru dari Gebang, Armour Mike Harumkan SMAN 3 Denpasar
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Untuk serat gebang cukup dirajut. Sedangkan daun bambu kering melewati proses yang lebih panjang. Daun bambu kering mula-mula dikumpulkan lalu digunting sehingga ukurannya lebih kecil. Daun bambu tersebut kemudian dipanaskan dalam oven lalu ditumbuk dan diayak.

Setelah diayak, tepung daun bambu tersebut dicampur dengan sejumlah bahan lain sehingga jadi keras dan bisa menahan peluru.

Setelah prototype anti-peluru dihasilkan, kemudian dilakukan uji tembak di lapangan Tohpati, Denpasar milik Perbakin dengan peluru tajam. Hasilnya tidak mengecewakan.

“Uji coba pertama ditembak 3 kali dengan jarak tembak 5 sampai 15 meter, menggunakan peluru tajam ukuran 9 milimeter,” terang Awin. Pada tembakan pertama peluru tidak bisa menembus prototype. Demikian pula tembakan kedua.

Namun, pada tembakan ketiga lapisan keramik pecah. Tim kemudian melakukan evaluasi. Dari evaluasi tersebut ternyata serat gebang perlu dirajut dan bahan dasar keramik perlu perbaikan komposisi material.

“Setelah seratnya dirajut dan komposisi bahan pembuat keramiknya diatur lagi maka hasilnya lebih baik. Pada tembakan ketiga hanya retak,” ucap Awin.

Rompi anti peluru karya Armour Mike  memiliki sejumlah kelebihan. Di antaranya berat total hanya 2 kilogram. Berbeda dengan rompi anti-peluru umumnya yang beratnya bisa mencapai 10 kilogram.

Bahan yang digunakan ramah lingkungan, sebab  bersumber dari lingkungan sekitar, yakni gebang dan daun bambu kering. Dari segi ekonomi bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar jika dikembangkan dengan serius.

“Waktu itu rasanya terharu sekali dapat emas, memang benar kata orang hasil tidak mungkin mengkhianati proses,” kenang Anjany. Rencananya, hasil karya ini akan didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Karya tim Armour Mike  dipamerkan di ajang lomba penelitian Thailand Inventor Day (TID) di Thailand pada 2 – 6 Februari 2019. Pada ajang ini karya siswa-siswa SMAN 3 Denpasar ini berhasil menyabet medali emas untuk kategori bahan.

“Ada niat terus mengembangkan karena belum puas hasilnya seperti ini. Tapi kami tetap bangga karena ini adalah hasil karya pertama yang mendapat penghargaan tingkat internasional,” ujar Anjany.

Meski telah menyabet medali emas dan mengharumkan nama bangsa, tim  Armour Mike  menyadari hasil karya mereka masih jauh dari sempurna. Masih perlu banyak kekurangan yang harus ditambal.

Semisal desain rompi agar fleksibel di berbagai medan, rajutan yang harus disempurnakan lagi, serta menemukan formula baku agar bisa dikembangkan lebih lanjut, sehinggi penemuan mereka bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara bahkan dunia.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2