Cinta, Harmoni dan Percakapan Semesta di Sekolah Alam Bawakaraeng

Gowa, Klikhijau.com - Anak-anak di desa migrasi ke kota mengenyam pendidikan lanjutan. Desa terutama di pedalaman hanya dijadikan rumah kenangan untuk pulang kampung. Padahal, apa kurangnya di desa...

Cinta, Harmoni dan Percakapan Semesta di Sekolah Alam Bawakaraeng
Bacakan Artikel

Ulil albab bermakna insan-insan pemikir, cendekia (Tupanrita) yang diharapkan sebagai pelopor dan penggerak perubahan ke arah lebih baik dan bermakna.

Bawakaraeng adalah nama gunung, dimana di kaki gunung inilah sekolah ini dibangun.

Sekadar informasi, kawasan sekolah ini  salah satu titik yang pernah terdampak longsoran kaldera gunung Bawakaraeng 2004 silam, tepatnya di Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa.

Sementara tafsiran  budaya Bawakaraeng, bawa:mulut, Karaeng: Tuan/Raja.

Secara kontekstual bermakna berarti mulut yang senantiasa melontarkan petuah-petuah atau nasihat  yang bijak, berharga, dan bermakna yang sumbernya digali dari Kitabullah dan hadist Rasulullah SAW.

Sekolah Alam Bawakaraeng ini berupaya mengembangkan konsep pendidikan bagi semua dan belajar dari semua (semua makhluk di alam semesta).

Dalam konsep pendidikan Sekolah Alam Bawakaraeng, alam berfungsi antara lain: alam sebagai ruang belajar; alam sebagai media dan bahan ajar; dan alam sebagai objek pembelajaran.

Menariknya, sekolah ini juga mengembangkan kemampuan berwirausaha siswa dengan pemanfaatan potensi alam dan potensi lokal yang tersedia.

Setidaknya, mengajak anak-anak di desa membuka jendela dan melihat kekayaan potensi di sekitarnya.

Mereka bisa berdaya secara ekonomi dan budaya tanpa melulu harus mengepung kota.

"Siapa tahu kelak, orang-orang di kota akan berbondong ke desa. Menuntut ilmu di sekolah alam ini misalnya," kata Labbiri.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2