Cerita dari Festival Rimba, Perkenalkan Potensi Ekowisata dan Budaya Sungai Utik

Klikhijau.com – Gelaran festival sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian hutan di Pulau Kalimantan yang bertajuk “Rimba Festival” atau “Festival Rimba” menapaki hari terakhir (30/7). Berbagai r...

Cerita dari Festival Rimba, Perkenalkan Potensi Ekowisata dan Budaya Sungai Utik
Bacakan Artikel

[irp]

Festival Rimba Sungai Utik digelar oleh masyarakat adat dengan dukungan sejumlah lembaga, misalnya Serakop Iban Perbatasan (SIPAT), Tropical Forest Conservation Act (TFCA), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), dan Credit Union Keling Kumang Kalimantan dinilai sukses besar oleh sejumlah pihak.

Raymundus Remang, Kepala Desa Batu Lintang mengatakan kami melakukan ini secara mandiri dan dengan dukungan dari teman-teman yang sangat peduli dengan Masyarakat Adat Dayak Iban Menua Sungai Utik kami bisa menyelenggarakan di tahun ini. Kami ingin melestarikan dan memperkenalkan budaya yang ada di Masyarakat Adat Dayak Iban Menua Sungai Utik melalui festival ini.

“Alam memberikan kontribusi yang besar bagi kami atas diberikannya berbagai penghargaan untuk kami. Semoga apa yang telah kami jaga, hutan yang telah kami jaga selama ini tidak sia-sia. Kami ingin pemerintah lebih melihat dan lebih peduli dengan keberadaan kami. Kami sangat senang kehadiran semua tamu yang ada disini, terima kasih atas dukungan dan kehadirannya. Terima kasih paling besar saya ucapkan untuk semulih masyarakat Sungai Utik, tanpa dukungan masyarakat Sungai Utik kegiatan ini tidak akan bisa terlaksana dengan sukses.”

Wahyudi Hidayat, S.T, Wakil Bupati Kapuas Hulu dalam balutan busana adat Dayak Iban mengucapkan apresiasi yang besar kepada semua panitia Festival Rimba Sungai Utik yang telah menggelar acara ini. Sungai Utik adalah contoh kongkrit masyarakat adat yang telah mengelola hutan adat dengan baik bahkan mendapat berbagai penghargaan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: