Bunga Lawang untuk Bumbu Masakan dan Pengobatan Ragam Penyakit

Klikhijau.com - Sahabat hijau tahu tidak mengenai bunga lawang? Bunga Lawang atau Kembang Lawang bukan seperti jenis bunga pada umumnya. Tumbuhan ini dikenal sebagai salah satu rempah-rempah yang m...

Bunga Lawang untuk Bumbu Masakan dan Pengobatan Ragam Penyakit
Bacakan Artikel

Kelas: Magnoliopsida

Sub-kelas: Magnoliidae

Ordo: Illiciales

Famili: Illiciaceae

Genus: Illicium

Spesies: Illicium verum

Berdasarkan sistem klasifikasi tersebut,  jadi bunga ini adalah kelompok tanaman berbiji dan berbunga. Selain itu, genus Illicium juga menunjukkan bahwa kembang lawang merupakan salah satu jenis anise tree, yaitu tanaman semak hijau dengan ukuran kecil.

Genus Illicium dikenal sebagai marga tanaman berbunga dikotil yang paling primitif dari jenis angiospermae yang masih hidup hingga saat ini. Bunga ini juga masuk dalam kelompok tanaman adas yang populer dengan karakteristik daun aromatik sehingga cocok dijadikan sebagai rempah-rempah.

Morfologi 

Bunga pekak merupakan keluarga tanaman adas sehingga jika dijadikan rempah rasanya mirip seperti adas manis.

Tanaman ini ukurannya tidak begitu besar. Secara fisik bagian pohon bunga lawang dapat dibagi menjadi batang, daun, bunga, dan buah.



  1. Batang



Pekak adalah jenis herba berbatang kecil kecil dengan ketinggian pohon maksimal delapan meter. Batangnya berwarna cokelat dan sedikit kemerah-merahan. Meski berukuran kecil tetapi bunga lawang mempunyai banyak percabangan yang berukuran kecil dengan warna serupa.


  1. Daun



Daun pekak tumbuh pada tajuk atau tangkai berwarna hijau yang menjadi penghubung dengan cabangnya.

Pertumbuhan daun ini semakin ke ujung tangkai jumlahnya semakin banyak dan dibagian ujung membentuk satu kesatuan yang terdiri atas lima helai daun yang berkumpul.

Berdasarkan sistem pertulangan daunnya, kembang lawang masuk dalam kelompok tanaman berdaun menyirip. Daunnya berwarna hijau tua dan ukurannya kecil-kecil.

Tekstur permukaan daun bunga lawang licin dan mengkilap, hal sebaliknya justru berada dibagian bawah daun yang kasar dan pucat. Selain itu daun bunga lawang memiliki tekstur tebal ketika diraba.



  1. Bunga



Bunga pekak menghasilkan bunga yang berwarna putih hingga kuning. Bunga ini berukuran kecil dan biasanya tumbuh secara bergerombol di ujung tangkai yang ditumbuhi daun atau membentuk tajuk sendiri.

Terdapat lingkaran kecil ditengah bunga dan disekelilingnya berupa mahkota yang sepintas mirip bunga matahari.



  1. Buah



Buah pekak adalah bagian yang sering disebut sebagai bunga. Bagian ini berbentuk bintang dan menyerupai anatomi dasar bunga. Setiap buah terdiri dari enam sampai delapan karpel yang mempunyai tekstur keras dan agak keriput. Panjang karpel kurang lebih 1 cm dan di dalamnya terdapat benih.

Ketika masih muda, buah pekak berwarna hijau muda. Buah ini biasanya tumbuh dibagian ujung tangkai serta di ketiak daun dengan membentuk tangkai kecil untuk masing-masing buah. Tepat ditengah setiap karpel terdapat goresan mirip jahitan pada kulit yang berwarna putih kecokelatan.

Agar menghasilkan warna cokelat seperti yang dijual dan tersebar di pasaran, buah tanaman pekak harus dipanen sebelum matang. Berikutnya buah tersebut dijemur dibawah sinar matahari langsung hingga benar-benar kering. Ketika telah kering karpel buah ini akan terbuka dan mengeluarkan biji yang berada didalamnya.

Habitatnya

Bunga pekak adalah tumbuhan yang menyukai wilayah dingin dan sub-tropis. Akan tetapi kelompok adas ini mempunyai kemampuan adaptasi yang cukup tinggi sehingga bisa bertahan hidup meski bukan berada di habitat aslinya. Hal ini bisa dilihat dengan persebarannya yang sangat luas, termasuk di Indonesia.

Pada umumnya bunga pekak ditemukan tumbuh secara liar di kawasan hutan, namun saat ini pertumbuhan tanaman pekak banyak dilakukan secara budidaya.

Selama kadar air lingkungan tumbuhnya maksimal, bunga lawang dapat tumbuh. Oleh sebab itu tanaman ini cocok ditanam di daerah dataran tinggi.

Sebaran Bunga Lawang

Bunga ini adalah flora yang berasal dari China. Di negara asal, bunga lawang biasanya dimanfaatkan sebagai ramuan tradisional dan rempah makanan.

Pada abad ke-17 Masehi bunga lawang diperkenalkan di Benua Eropa dan sejak saat itulah tanaman ini mengalami peningkatan popularitas yang drastis.

Sejak saat itu pemanfaatan bunga lawang sebagai rempah sangat digemari oleh masyarakat dunia. Selanjutnya penduduk Eropa memberi nama bunga lawang dengan sebutan star anise sesuai bentuknya yang seperti bintang, sementara orang-orang Italia menyebutnya anice stellato dan orang Jerman menggunakan istilah sternanis untuk tanaman ini.

Tidak hanya di Eropa, tetapi persebaran bunga lawang juga terus merambah ke hampir seluruh negara yang ada di kawasan Asia, khususnya yang dekat dari China.

Kawasan Asia Tenggara merupakan salah satunya, karena bunga lawang juga tersebar dan tumbuh hingga ke negara Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

Kandungan

Bunga lawang sering dimanfaatkan sebagai ramuan tradisional oleh masyarakat China. Bukan tanpa alasan, sebab tanaman herbal ini memiliki kandungan zat dan senyawa yang bermanfaat untuk tubuh manusia.

Berikut ini adalah beberapa kandungan bunga lawang yang mempunyai khasiat besar terhadap kesehatan.



  1. Minyak Astiri



Minyak astiri juga dikenal dengan nama aerheric oil atau minyak aterik, volatile oil, essential oil atau minyak esensial, dan aromatic oil atau minyak aromatik. Zat ini adalah kelompok dari minyak nabati yang mempunyai tekstur kental jika berada dalam suhu ruang serta mengeluarkan aroma yang sangat khas.

Minyak astiri yang terkandung pada bunga lawang terutama di bagian kulit buah berwarna kuning pucat dan bening. Rasa minyaknya manis, sehingga biasa dijual untuk campuran bahan makanan, khususnya sebagai bahan esensial untuk kue dan biskuit. Untuk menghasilkan minyak astiri, maka pekak harus melalui proses penyulingan.



  1. Pektin



Pektin adalah serat yang dapat larut didalam air dan mempunyai khasiat besar terhadap kesehatan manusia. Ada penelitian yang menyatakan bahwa senyawa pektin dapat mencegah dan mengobati kanker prostat. Pektin mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan sel kanker didalam tubuh jika dikonsumsi secara rutin.


  1. Asam Shikimic



Bunga lawang juga mengandung asam shikimic yang bermanfaat untuk kesehatan terutama sebagai bahan dasar obat Tamiflu. Tamiflu merupakan obat antivirus yang digunakan untuk mencegah virus flu burung atau H5N1. Berdasarkan penelitian dan pengamatan, asam shikimic dari bunga lawang yang dihasilkan oleh bakteri E. coli.

Selain itu pektin juga berkhasiat sebagai anti inflamasi, karena memiliki kemampuan untuk menghambat proses pertumbuhan pro-inflamasi pada antibodi. Dengan begitu mengonsumsi bunga lawang secara rutin dapat memberi manfaat langsung bagi pencernaan. Hal ini sudah dinyatakan secara resmi dalam suatu penelitian di tahun 2010.



  1. Lemak Nabati



Lemak nabati adalah jenis lemak yang dihasilkan oleh tumbuhan dan mempunyai sifat baik untuk tubuh manusia. Bunga lawang mengandung lemak nabati didalam buahnya, sehingga dengan mengonsumsi tanaman ini dapat menekan jumlah kolesterol jahat pada tubuh.


  1. Tanin



Tanin adalah zat berwarna cokelat hingga hitam yang terdapat di dalam bunga lawang. Zat ini merupakan unsur yang memberi rasa manis dan aroma pada tanaman pekak. Tekstur buah bunga lawang yang agak mengekerut menunjukkan keberadaan zat ini. Tanini biasa dimanfaatkan sebagai bahan dasar obat-obatan.
Manfaatnya

Bunga ini sering digunakan sebagai bumbu dan penyadap makanan. Kuliner berbumbu khas nan tajam di Indonesia yang memanfaatkan biji buah lawang di antaranya gulai Aceh, rendang Minang, masakan Jawa, dan Bali. Semakin lama rempah dimasak, maka rasanya lebih kuat dan nikmat.

Selain pelengkap bumbu masakan, pekak berkhasiat untuk pengobatan. Fungsinya bermacam-macam yakni, sebagai obat batuk, obat infeksi saluran pernapasan, antirematik, antidiare, antibakteri, antifungi, antioksidan, dan mengatasi gangguan pencernaan (Saraswathy, 2013).

Kandungan zat saponin, tanin dan flavonoidnya juga mampu menghambat pertumbuhan bakteri (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, 2018). Di Asia timur, orang sering menggunakan pekak sebagai antivirus untuk obat pilek, flu, gejala pernapasan, dan sakit tenggorokan.

Pengobatan tradisional di sana memanfaatkan teh pekak dengan campuran madu atau dalam susu hangat dan sedikit gula serta kayu manis.

Ramuan pekak akan merangsang enzim pencernaan agar meningkatkan nafsu makan terutama saat sedang sakit. Khasiat rempah ini juga mampu mengurangi perkembangan kanker karena kandungan antioksidannya menangkal radikal bebas.

Demikian informasi mengenai kembang lawang yah, sahabat hijau! Semoga bisa diambil manfaatnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2