Bisa Jadi Tanaman Andalan Pria, Khasiat Ginseng Jawa Belum Memikat

Klikhijau.com – “Ini apa?” Tanya saya sambil menunjuk tanaman yang tumbuh di samping rumah. “Ginseng,” jawab ibu singkat. Saya terkejut. Tak pernah mengira jika ada ginseng yang tumbuh di samping r...

Bisa Jadi Tanaman Andalan Pria, Khasiat Ginseng Jawa Belum Memikat
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Selain itu, daunnya juga yang hijau segar juga mengandung provitamin A yang cukup tinggi, serat dan beragam mineral penting lainnya.

Kandungan  flavonoid dan tanin pada tanaman ini memiliki efek antiradang, juga mampu  mengurangi pembengkakan (anti tumor), bakterisidal, anti virus dan anti histamin.

Sedangkan senyawa tanin berefek mendinginkan dan dapat melapisi jaringan di bawahnya. Hal tersebut bisa membuat sel syaraf terlindung dari rangsangan luar yang merugikan.

Tanaman ini sangat berperan sebagai antioksidan alami. Menurut Hariana (2008), daun ginseng jawa sangat mungkin digunakan untuk meningkatkan produksi ASI, meningkatkan nafsu makan, sebagai obat bisul, dan aprodisiaka (obat kuat). Obat andalan kaum lelaki.

Sementara akarnya dapat dimanfaatkan sebagai tonikum, kebugaran tubuh, menghilangkan lelah, berkeringat dingin, pusing, aprodisiaka, batuk dahak, radang paru-paru, diare, banyak kencing, haid tidak teratur dan keputihan (Hidayat, 2005).

Lydia Ninan Lestario, dkk  (2009) juga mengutarakan bahwa  senyawa antioksidan fenolik ini multifungsional karena dapat berperan sebagai, pereduksi, penangkap radikal bebas, pengkelat logam, dan peredam terbentuknya oksigen singlet.

Asal ginseng jawa

Tanaman ini berasal dari kawasan tengah dan selatan benua Amerika serta daerah Afrika bagian selatan, kemudian menyebar ke daerah tropis lainnya.

Mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1915. Saat itu tanaman jenis talinum  diimpor ke Jawa pada 1915, bukan hanya adalah Talinum paniculatum , tapi juga Talinum racemosum atau Talinimu triangulare.

Baik T. paniculatum maupun T. triangulare termasuk ke dalam suku Portulaceae (Seswita, 2010). Tidak hanya dijadikan sebagai obat, tapi juga digunakan sebagai sayur dan bahkan tanaman hias karena memiliki bunga yang indah.

Di Indonesia sendiri, ginseng jawa dimanfaatkan sebagai obat tradisional, sayur, tanaman hias, dan pakan ternak. Tanaman kadang dibiarkan tumbuh liar saja, namun sebenarnya bisa ditanam   di pekarangan atau di dalam pot.

Tanaman herbal ini memiliki banyak sebutan, di antaranya  flameflower, jewels of opar, dan tu ren shen. Di Indonesia, khususnya di Jawa dikenal dengan naman som jawa.

Sebagai tanaman  herba tahunan. Ginseng jenis ini  memiliki batang bulat sukulen dan berdiri tegak mencapai tinggi 40-60cm.

Sedangkan daunnya tersebar bersilang berhadapan dengan bentuk bulat telur terbalik, memiliki permukaan daun lembut dan licin, agak berdaging, bagian atas berwarna hijau terang , licin dan gundul.

Sementara permukaan bagian bawah hijau muda, ukuran daun 3-10 x 1,5-5cm, pangkal daun runcing, ujung membulat dan tumpul, pertulangan daun menyirip, dan berwarna hijau pucat.

Bunganya menghasilkan  bunga majemuk berbentuk malai terminal. Berbentuk anak payung menggarpu, berbunga banyak dan bercabang. Bunganya berwarna  merah jambu keunguan.

Meski memiliki banyak manfaat dan cukup menarik sebagai tanaman hias. Masyarakat masih cenderung mengabaikannya. Ia dibiarkan tumbuh liar tak terawat seperti di samping rumah saya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2