Bermula dari Cerita Perihal Pohon, Pegiat Literasi Ini Memantik Daya Kritis Anak

Klikhijau.com - "Siapa yang pernah menanam pohon?" Tanya Rusdin Tompo pada beberapa anak berseragam Sekolah Dasar (SD) yang berada di dekatnya. Hampir semua anak mengacungkan jari. Penggiat literas...

Bermula dari Cerita Perihal Pohon, Pegiat Literasi Ini Memantik Daya Kritis Anak
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - "Siapa yang pernah menanam pohon?" Tanya Rusdin Tompo pada beberapa anak berseragam Sekolah Dasar (SD) yang berada di dekatnya. Hampir semua anak mengacungkan jari.

Penggiat literasi dan aktivis hak anak itu melanjutkan pertanyaan, "Apa manfaat pohon bagi kehidupan kita, manusia?" Ada yang menjawab memberi oksigen bagi manusia, ada juga yang menjawab agar halaman dan rumah jadi indah. Meski rerata anak mengaku punya pohon atau tanaman di rumah, tapi tidak semua pernah menanam pohon.

"Saya hanya menyiram pohon, Pak," jawab seorang anak polos.

Pohon digunakan sebagai tema pertemuan hari ini, Kamis (18/11/2021), lantaran pada tanggal 21 November, diperingati sebagai Hari Pohon Sedunia. Anak-anak diminta mengamati pohon, mulai dari batang, ranting hingga pucuk daunnya. Setelah itu, mereka dipersilakan menggambar atau menulis puisi sesuai minat dan bakatnya.

Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti itu sering digunakan Rusdin Tompo untuk berinteraksi dengan anak-anak yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuker minat bakat di SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Biasanya, dia memanfaatkan momen peringatan hari-hari tertentu sebagai pemantik ide bagi anak-anak yang mengikuti kegiatannya. Mereka ada yang masih duduk di kelas 1, tapi ada juga yang kelas 5.

Memanfaatkan momen hari besar

Penulis buku yang menggunakan metode seni dalam kegiatan literasi ini menjelaskan dengan memanfaatkan hari-hari besar, diharapkan akan menambah wawasan anak. Anak termotivasi meng-up date pengetahuan dan rasa ingin tahunya. Bisa terbangun kesadaran kritis anak dengan belajar langsung dari lapangan atau alam sekitarnya.

Pada pertemuan pekan sebelumnya, Kamis, 11 November 2021, Rusdin Tompo mengajak anak-anak menggambar pahlawan. Dia sengaja membawa poster bergambar  Proklamator RI, Soekarno-Hatta, pahlawan revolusi, tokoh kebangkitan nasional, dan pejuang lainnya.

Poster bergambar pahlawan itu dibeli di toko buku sebagai media pembelajaran. Rusdin bercerita bahwa peringatan Hari Pahlawan didasarkan pada kisah arek-arek Surabaya yang gigih menentang kehadiran penjajah. Saat itu, ada tokoh yang terkenal, yakni Bung Tomo.

"Ada juga pahlawan perempuan, Pak. RA Kartini, namanya," kata Syifah Putri Nadiatul Khasanah menimpali.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2