Bermula dari Cerita Perihal Pohon, Pegiat Literasi Ini Memantik Daya Kritis Anak

Klikhijau.com - "Siapa yang pernah menanam pohon?" Tanya Rusdin Tompo pada beberapa anak berseragam Sekolah Dasar (SD) yang berada di dekatnya. Hampir semua anak mengacungkan jari. Penggiat literas...

Bermula dari Cerita Perihal Pohon, Pegiat Literasi Ini Memantik Daya Kritis Anak
Bacakan Artikel

Murid kelas 4 itu menyela ketika Rusdin Tompo sedang menerangkan, itu karena pada poster yang diperlihatkan tidak ada gambar pahlawan perempuan.

Rusdin Tompo lalu menjelaskan, memang ada banyak pahlawan perempuan, di antaranya Cut Nyak Dien dari Aceh, Martha Christina Tiahahu dari Maluku dan Opu Daeng Risaju dari Sulawesi Selatan.

Dia menantang anak-anak menggambar salah satu wajah pahlawan yang ada di poster tersebut. Dia memberi pilihan, anak-anak bisa melihat gambar pahlawan di buku koleksi Perpustakaan Gerbang Ilmu, yang jadi tempat aktivitas minat bakat atau mencari contoh gambar di Google.

Rupanya, anak-anak lebih memilih meniru gambar yang ada di poster. Karena hanya ada satu poster, maka gambar-gambar itu digunting terlebih dahulu lengkap dengan nama dan keterangan yang ada di bawahnya.

Ada yang memilih untuk menggambar pahlawan hanya karena rambutnya mudah digambar atau karena wajahnya yang gampang diingat. Bung Karno dan Jenderal TNI Ahmad Yani, di antara tokoh yang digambar.

"Kalau jenderal itu bintangnya berapa, Pak?" Begitu pertanyaan yang dkemukakan Andi Muhammad Huga, murid kelas 5. Rusdin Tompo menjawab, dengan menjelaskan urutan kepangkatan dalam ketentaraan. Katanya, "Jenderal penuh itu bintangnya empat."

Nur Aisyah Taufiq menggambar Letjen TNI Anumerta Suprapto. Dia tak hanya menggambar tapi juga menambahkan tulisan "pahlawan kami tetap berjuang". Ada juga yang menambahkan bendera merah putih di gambarnya.

Kebebasan berkreasi dan berekspresi diberikan pada setiap pertemuan. Rusdin Tompo menerapkan pendekatan hak anak dengan metode yang relatif sederhana. Dia percaya pada proses dan pembiasaan yang akan membuat karya anak makin berkualitas.

Setelah kegiatan, beberapa anak meminta potongan gambar pahlawan itu untuk dibawa pulang.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2