Berkah di Tengah Pandemi, Buah dan Sayuran Petani di Kaki Gunung Rinjani Mendunia

Klikhijau.com – Di tengah kerisauan menghadapi masa-masa yang penuh ketidakpastian karena pandemi Covid-19, petani di kaki gunung rinjani dapat bernapas legah. Hal itu karena sektor hortikultura se...

Berkah di Tengah Pandemi, Buah dan Sayuran Petani di Kaki Gunung Rinjani Mendunia
Bacakan Artikel

Menanggapi hal tersebut Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik, berbesar hati melihat apa yang diupayakan  Kementerian Pertanian berdampak positif pada pelaku usaha Hortikultura.

"Kita harus bisa menjaga kepercayaan yang sudah susah payah dibangun, terutama menjaga dan meningkatkan mutu produk agar ekspor bisa terus berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, meminta kepada semua jajarannya agar mendukung kegiatan kelompok tani Putri Rinjani. Utamanya agar dapat mendukung upaya gerakan tiga kali lipat ekspor (GraTiEks) produk hortikultura yang digaungkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Anton, panggilan akrab Dirjen Hortikultura, berharap kelompok tani lainnya memiliki semangat yang sama. “ Salah satunya mengutamakan mutu hasil produknya dengan menerapkan praktek budidaya yang baik dan benar," pungkasnya.

Ekspor hasil pertanian terus meningkat

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat adanya peningkatan ekspor selama setahun terakhir. Peningkatan ini jumlahnya bahkan cukup signifikan, yakni 7,47 persen. Ini menjadi angin segar bagi perekonomian Indonesia, terutama saat adanya wabah corona.

"Dari tahun 2019 sampai Maret 2020, peningkatan ekspor kita mencapai 7,47 persen. Ini terjadi dari tahun lalu," ujar Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian, Ali Jamil saat Mendampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian di sembilan pintu utama pengiriman, Kamis, 30 April 2020.

Sepanjang Januari hingga Maret 2020 tercatat nilai ekonomi sebesar 100,7 triliun. Sektor pertanian dapat menjadi solusi pasti di tengah keadaan seperti sekarang.

Adapun pintu 9 pelepasan ekspor itu diantaranya Lampung, Soekarno Hatta, Semarang, Belawan, Surabaya, Tanjung Priok, Denpasar, Balikpapan dan Makassar.

Pelepasan dilakukan secara daring dengan pengiriman sertifikat elektronik dari otoritas Karantina Pertanian Indonesia ke Belanda serta penandatangan kerjasama Barantan dengan Alibaba.com.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2