Baik Plastik Maupun Kertas, Dampaknya 11-12 terhadap Perubahan Iklim

Klikhijau.com – Planet bumi berada diambang kritis dengan dua masalah besar yakni perubahan iklim dan lenyapnya keanekaragaman hayati. Kita kehilangan sejumlah spesies dari waktu-waktu yang menganc...

Baik Plastik Maupun Kertas, Dampaknya 11-12 terhadap Perubahan Iklim
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Planet bumi berada diambang kritis dengan dua masalah besar yakni perubahan iklim dan lenyapnya keanekaragaman hayati.

Kita kehilangan sejumlah spesies dari waktu-waktu yang mengancam ekosistem. Di satu sisi, suhu bumi terus meningkat akibat pemanasan global yang juga berdampak pada ragam masalah seperti ancaman krisis pangan.

Diantara pemicu masalah ini antara lain adalah beban sampah plastik. Sejauh ini sampah plastik secara global bahkan telah mengancam ekosistem di lautan.

Selain plastik, beban penggunaan kertas rupanya juga berdampak pada perubahan iklim. Jadi, baik plastik ataupun kertas, dampaknya beda tipis terhadap perubahan iklim.

Merespons hal ini ini, pegiat lingkungan global dari 188 kelompok lingkungan telah meminta pemilik kebijakan dan pelaku bisnis untuk mengubah sistem mereka terkait produk plastik dan kertas sekali pakai.

Tanggungjawab produsen

Berdasar data, sejumlah produk makanan, peralatan makan-minum yang tak dapat didaur ulang menyumbang sekira 2 miliar ton limbah setiap tahunnya. Hal ini tentu berbahaya bagi lingkungan bahkan dapat mengancam ekosistem.

Dikutip dari Intelligetliving, pola konsumsi masyarakat dunia mengalami perubahan sejak 1970-an yang ditandai dengan pemakaian produk kemasan sekali pakai (single use). Sejak dekade ini, volume limbah mengalami kenaikan drastis, bahkan diprediksi meningkat tajam hingga 70 persen di tahun 2050 nanti.

Faktanya, upaya daur ulang belum sepenuhnya massif terjadi. Pemerintah di Indonesia misalnya melalui KLHK sedang menggenjot peran bank sampah untuk mengatasi buangan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sayangnya, progres bank sampah masih terbatas di kota-kota.

Limbah rumah tangga dan sampah plastik misalnya masih banyak yang salah kelola seperti dibakar, di buang ke alam atau ke sungai dan laut. Akibatnya, sampah-sampah yang terbuang kini telah mengancam ekosistem dan kesehatan manusia.

Tren ini sejatinya sudah cukup sebagai alasan, mengapa banyak pihak mendesak agar para produsen memikirkan suatu produk yang baru yang aman bagi lingkungan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2