Bahkan Sampah Plastik Telah Sampai ke Kawasan Adat Ammatoa Kajang

Klikhijau.com - Matamu terlihat berbinar. Kamu turun dari motor. Tatapanmu menatap girang gerbang masuk Kawasan Adat Ammatoa Kajang. Wajar saja demikian, sebab keinginanmu terwujud setelah berkali-...

Bahkan Sampah Plastik Telah Sampai ke Kawasan Adat Ammatoa Kajang
Bacakan Artikel

Ketika Rusli tiba di gerbang, hujan kian menderas. Ada dua pilihan yang terpampang di depan mata saat ituโ€”menunggu hujan reda atau menerabas hujan agar bisa memasuki Kawasan Adat Ammatoa.

Dan pilihannya adalah menerabas hujan.ย  Tapi, pengunjung ย tak dibolehkan menggunakan payungโ€”boleh asal payungnya berasal dari alam, daun pisang, daun talas atau semacamnya. Meski ada pula pengunjug yang menggunakan kantong plastik warna hitam untuk menutupi kepalanya.

Jalan setelah melewati gerbang harus ditapaki tanpa menggunakan alas kaki. Kamu terlihat bersemangat menapaki jalan menggunakan payung daun talas yang di pungut di jalan. Orang membuangnya begitu saja usai menggunakannya.

Sejujurnya, saya tak lagi terlalu kaget hari itu, sebab itu kedua kalinya saya menyusuri kawasan tersebut. Kawasan yang cukup asri dan ramah lingkungan.

[irp posts="948" name="Rangkaian Inkonsistensi PT. Lonsum di Kajang Versi FMN Makassar yang Tak Kunjung Selesai"]

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: