Asa Gajah Sumatra Dibahas Belantara Foundation di FISIP UIN Raden Patah Palembang

Klikhijau.com - Gajah Sumatra [Elephas maximus sumatrensis], salah satu spesies atau sub spesies gajah yang masih bertahan di Pulau Sumatra. Dari masa purba (megalitikum) hingga hari ini, gajah mem...

Asa Gajah Sumatra Dibahas Belantara Foundation di FISIP UIN Raden Patah Palembang
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Gajah Sumatra [Elephas maximus sumatrensis], salah satu spesies atau sub spesies gajah yang masih bertahan di Pulau Sumatra.

Dari masa purba (megalitikum) hingga hari ini, gajah memiliki hubungan istimewa dengan manusia di Pulau Sumatra. Selama ratusan tahun, masyarakat yang hidup berdekatan atau sekitar habitat atau koridor gajah, hidup harmonis dengan gajah.

Namun dalam 25 tahun terakhir, muncul konflik antara manusia dengan gajah sumatra. Korbannya bukan hanya gajah, juga manusia.

Salah satu wilayah konflik tersebut di kantong gajah Sugihan-Simpang Heran, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan. Apakah gajah sumatra di Sugihan-Simpang Heran yang berjumlah sedikitnya 48 individu terancam hidupnya?

Diskusi Belantara Foundation

Belantara Foundation berkolaborasi dengan Forest Wildlife Society dan Rumah Sriksetra, yang didukung KNCF (Keidanren Nature Conservation Fund) dan APP Sinar Mas, mencoba memberikan asa bagi masa depan gajah sumatra di Sugihan-Simpang Heran, melalui kegiatan pelatihan mitigasi konflik manusia dan gajah, edukasi dan penyadartahuan anak tentang gajah dan ekosistemnya, serta penanaman pakan gajah dan penggaraman tanah untuk kebutuhan mineral gajah.

Upaya pelatihan mitigasi konflik, serta edukasi dan penyadartahuan anak tentang gajah sumatra dan ekosistemnya, ternyata memberikan harapan atau asa bagi masa depan gajah sumatra di Sugihan-Simpang Heran. Asa tersebut tergambar dalam film dokumenter “Asa Gajah Sumatra di Air Sugihan”.

“Sejumlah tokoh masyarakat, guru, dan anak-anak dari sejumlah desa di Air Sugihan, yang berbatasan langsung dengan kantong Sugihan-Simpang Heran, ternyata memahami gajah sumatra. Mereka sadar bahwa gajah sumatra harus dilindungi. Mereka rela berbagi ruang hidup dengan gajah sumatra,” kata Dolly Priatna, Direktur Eksekutif Belantara Foundation.

Harapan ini tentunya merupakan kabar baik, dan penting untuk dijaga, sehingga gajah sumatra di Sugihan-Simpang Heran terus hidup harmonis dengan manusia yang berada di sekitarnya.

“Maka upaya selanjutnya adalah memperluas kesadaran tersebut pada masyarakat di Air Sugihan, serta melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi di Sumatra Selatan, sebagai laboratorium ilmu pengetahuan dan edukasi,” kata Dolly, yang juga Dosen Prodi Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2