Apa Itu “Slow Fashion”? Paradigma Berkelanjutan dalam Produksi Fesyen

Klikhijau.com – Selain istilah fast fashion, ada lagi nih istilah lain yang juga penting dipahami Sahabat Hijau, yakni fesyen lambat alias “slow fashion”. Di dunia mode, narasi ini diperkenalkan se...

Apa Itu “Slow Fashion”? Paradigma Berkelanjutan dalam Produksi Fesyen
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Selain istilah fast fashion, ada lagi nih istilah lain yang juga penting dipahami Sahabat Hijau, yakni fesyen lambat alias “slow fashion”.

Di dunia mode, narasi ini diperkenalkan sebagai reaksi keras atas mode cepat (fast fashion) yang mengabaikan aspek sustainability. Dari sini mulai terlihat visi dari pendekatan ini bukan?

Jadi, secara sederhana dapat dikatakan bahwa “slow fashion” atau fesyen lambat

merujuk pada paradigma berkelanjutan dengan kesadaran (mindful) dalam produksinya.

Hal itu ditunjukkan dengan menggunakan bahan ramah lingkungan atau bahkan tekstil daur ulang. Pakaian ini diamsusikan lebih tahan lama dan berkualitas tinggi. Bukan itu saja, mulai dari pembuatan hingga pengiriman, semuanya diperhatikan dengan seksama.

Apa bedanya dengan fast fashion?

Dikutip dari laman ZeroWaste, fesyen lambat adalah praktik produksi fesyen yang berbasis pada rentang waktu relatif lama, berorientasi pada daya tahan dan kualitas tinggi.

Paling penting adalah paradigma yang digunakan dalam produksinya sangat memperhatikan etika dan memastikan segalanya sangat ramah lingkungan.

[caption id="attachment_20618" align="alignnone" width="840"]“Slow Fashion” Ilustrasi - Foto/Hiduptanpasampah[/caption]

Jadi, fesyen lambat tidak berfokus pada kecepatan produksi dan kuantitasnya sebagaimana pendekatan yang dipakai fesyen cepat. Pendeknya, fesyen lambat adalah kebalikan dari fast fashion.

Jika fast fashion lebih fokus pada bagaimana mengejar profit setinggi-tingginya dengan biaya produksi seminimal mungkin, fesyen lambat justru sebaliknya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2