Antusias Ibu-ibu RT Mendatangi Lokasi Budidaya Maggot di Sambung Jawa

oleh -85 kali dilihat
Antusias Ibu-ibu RT Mendatangi Lokasi Budidaya Maggot di Sambung Jawa
Ketua-ketua RT se Kelurahan Sambung Jawa antusias melihat lokasi budidaya Maggot di TPST Sambung Jawa - Foto: Ist

Klikhijau.com – Suatu sore di hari Minggu (4/11/2022) area budidaya maggot dan bank sampah di TPST Kelurahan Sambung Jawa Kota Makassar ramai dikunjungi ibu-ibu Ketua RT se kelurahan.

Mereka mengamati kandang magot yang telah dipersiapkan sedemikian rupa. Sembari membaca poster-poster tentang bagaimana siklus budidaya maggot dan manfaatnya secara ekonomi, mereka juga sudah bisa melihat proses awal budidaya yang telah beroperasi dalam kendang.

“Mereka sangat antusias dan penasaran mau tahu apa itu maggot. Selama ini hanya mendengar saja. Makanya usai rapat rutin, mereka datang ke TPST melihat progres yang akan dijalankan,” kata Indrayani Ketua RT 02/RW 06 yang mendampingi ibu-ibu lainnya.

Indrayani menambahkan, pihaknya saat ini semakin intens mengajak warganya menabung sampah di bank sampah “Sipakarannu” Kelurahan Sambung Jawa. Termasuk mengajak warga menabung sampah organiknya di kendang maggot yang telah disediakan.

Maggot
Foto bersama ibu-ibu RT se Kelurahan Sambung Jawa mengamati area budidaya Maggot di Kelurahan Sambung Jawa – Foto: Ist
KLIK INI:  #PohonUntukKita: Aksi Sederhana untuk Kita, Bumi, dan Masa Depan

“Memang setiap hari sebagai ibu RT, saya melakukan aksi bersih-bersih di wilayah saya. Kami mengumpulkan sampah plastik yang bisa ditimbang. Kita optimis warga Sambung Jawa akan terlibat aktif menimbang sampahnya di bank sampah,” katanya.

Skema budidaya maggot di TPST Kelurahan Sambung Jawa sudah siap beroperasi. Ini adalah satu pilot project yang ditumbuhkan dengan pendekatan kolaborasi berkelanjutan multi stakeholders demi mengurai masalah sampah berbasis warga.

Kolaborasi ini melibatkan Pemerintah setempat, pihak swasta antara lain Kalla, Bumi Karsa serta perwakilan Lembaga kemasyarakatan antara lain Yayasan Econatural dan media yang concern pada isu lingkungan, Klikhijau.com serta komunitas Genre.

Model kolaborasi ini terbilang menarik sebab menempatkan warga sebagai subjek utama. Pelaku sistem yang bergerak antara lain pengurus bank sampah, RT/RW di kelurahan Sambung Jawa dan tokoh masyarakat.

KLIK INI:  Dokter Mawar, Menerima Bayaran Pasien dengan Sampah

Program ini akan menumbuhkan upaya mengurai timbulan sampah di masyarakat dengan dua skema. Sampah organik warga akan diolah melalui budidaya maggot, sedangkan sampah anorganiknya akan diselesaikan melalui bank sampah.

Seperti diketahui, maggot adalah larva dari Black Soldier Fly (BSF), sifatnya tidak menjadi penyakit dan bertugas memakan material organik. Larva ini bernilai ekonomi tinggi karena dapat dijual sebagai pakan ternak dengan kandungan protein terbaik.

“Ini adalah model kolaborasi berkelanjutan. Semangatnya adalah bagaimana menumbuhkan partisipasi warga untuk terlibat dalam mengurangi timbulan sampah dari tapak. Maggot adalah salah satu opsi penanganan sampah organik yang bernilai ekonomi tinggi,” kata Ziaul Haq Nawawi, Founder Econatural Society Indonesia.

KLIK INI:  KLHK Dorong ‘Market Access Player’ Kembangkan Usaha Hutan Berbasis Masyarakat