Angin Segar untuk Fesyen Berkelanjutan, Tak Sekadar Gaya dan Harga!
Klikhijau.com – Beberapa tahun terakhir ini, angin segar fesyen ramah lingkungan (sustainable fashion) mulai diminati banyak orang. Tak hanya digeluti oleh para desainer, penggemarnya juga datang par...
Klikhijau.com – Beberapa tahun terakhir ini, angin segar fesyen ramah lingkungan (sustainable fashion) mulai diminati banyak orang. Tak hanya digeluti oleh para desainer, penggemarnya juga datang para konsumen utamanya kalangan muda.
Ini tentu berita baik mengingat ancaman limbah fesyen semakin menyesakkan. Selain itu, tak sedikit produksi pakaian dilakukan dengan tidak ramah lingkungan.
Diantaranya dengan pemakaian bahan-bahan yang dapat mencemari lingkungan atau menghabiskan energi yang besar.
Di sinilah pentingnya inovasi dan kreativitas. Para desainer atau produsen harus mendukung konsep sustainable fashion yang sekaligus mengedukasi konsumennya.
Inspirasi ini dilakukan Nina Nugroho saat memamerkan modest fesyen terbarunya pada ajang Muslim Festival (Muffest) 2021 di Mal Kasablanka, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Kreativitas Nina terbilang menarik, ia menghadirkan konsep 2 ini 1 yakni busana formal yang tampak seolah memakai 2 baju berlapis, padahal hanya 1 lapis saja.
Selain kreatif, ide Nina juga termasuk imajinatif dengan sudut pandang efisiensi. Menurutnya, memakai 2 baju semisal kemeja dan blazer sebenarnya bertentangan dengan prinsip sustainable fashion.
[irp]
Jadi, selain memerlukan bahan baku lebih banyak, proses pembuatannya juga menghasilkan limbah fesyen yang tentu banyak.
"Jadi banyak buang-buang bahan, yang sebenarnya bisa lebih ramah lingkungan, jadi boros bahan. Lalu secara proses pembuatannya banyak limbah fesyen," tutur Nina dikutip Suara.com (20/3/2021).
Nina juga sangat menyadari betapa limbah fesyen kini sedang mengancam bumi. Sehingga harus ada tindakan bersama. Inilah yang membuatnya terpanggil berkontribusi pada lingkungan melalui karyanya yang berkelanjutan.
Meski idenya ramah lingkungan, karya-karya Nina tetap tak mengesampingkan kualitas. Namun, tetap dengan nuansa klasikal yang juga kental.
Mengapa bernuansa klasik? Bagi Nina, nuansa klasik akan senantiasa bertahan lama dan benar-benar fokus pada bahan berkualitas. Dengan begitu ide sustainable fashion dapat dijalankan.
Jadi, dengan membeli satu baju yang bisa dipakai kapanpun, bahannya juga berkualitas dan tidak mudah rusak.
[irp]
"Jangan sampai desain timeless, tapi bahan yang dipakai bahan yang cepat rusak. Jadi tidak sejalan, secara kualitas bahan dan desain kita pakai bertahan lama bisa dipakai," pungkas Nina.
Memiliki fesyen tidak selalu atas pertimbangan harga dan gaya. Tetapi, aspek khusus sebagaimana konsep yang dijalankan Nina dalam pembahasan di atas.
Nah, kamu yang sedang mengoleksi pakaian dan mulai menyadari pentingnya konsep fesyen berkelanjutan tentu sudah harus tahu bagaimana kiat koleksi baju ramah lingkungan. Dilansir dari Harper's Bazaar, berikut 5 tips diantaranya untuk fesyen berkelanjutan:
-
Cari tahu
-
Beli baju vintage
-
Rawat baju
-
Pikir matang sebelum membeli
-
Cintai apa yang sudah dimiliki