Sustainable Fashion yang Ramah Lingkungan Jadi Perhatian Kaum Milenial

Publish by -160 kali dilihat
Penulis: Anis Kurniawan
Sustainable fashion yang Ramah Lingkungan Jadi Perhatian Kaum Milenial
Sustainable fashion yang Ramah Lingkungan - Foto/WTVOX

Klikhijau.com – Sustainable fashion mulai didengungkan untuk sebuah Fashion Revolution yang lebih ramah lingkungan. Apa itu?

Sustainable fashion merupakan tren industri masa depan. Ini merupakan gerakan global yang menuntut pelaku industri termasuk tekstil untuk lebih ramah lingkungan di tengah menguatnya kesadaran akan kebutuhan produk yang berkelanjutan.

Dalam 15 tahun terakhir, dunia fashion memang berkembang pesat dan massif seiring kebutuhan dan permintaan yang tinggi. Dalam kompetisi di dunia produksi fashion yang ketat, seringkali tak mempertimbangkan aspek keberlanjutan sehingga produksinya berpotensi menimbulkan dampak lingkungan.

Menyadari hal tersebut, para desainer fashion kini mulai untuk berkomitmen mengurangi limbah dengan produksi less waste atau zero waste, diantaranya melalui konsep sustainable fashion.

KLIK INI:  Waktu Kerja Terlalu Lama? Waspadai Risiko 2 Penyakit Ini!

Pada akhir tahun 2019 lalu misalnya Fashion Trend 2019 yang dilaksanakan di Nusa Dua, Bali, mulai mengampanyekan busana ramah lingkungan. Argumennya menarik, yakni kesadaran akan berbagai macam polusi dan barang tak ramah lingkungan.

Para desainer pun mulai tergugah menciptakan karya-karya busana yang lebih ramah lingkungan dengan menggunakan bahan yang mudah didaur ulang.

Bahan ramah lingkungan yang mulai dikembangkan saat ini antara lain yang terbuat dari bahan rayon serta kayu yang disebut viscose. Produsen viscose terbesar di Indonesia saat ini adalah Asia Pacific Rayon yang berada di Provinsi Riau.

Bahan bakunya adalah viscose rayon atau serat benang yang berasal dari pohon dan dapat terurai secara alami. Selain untuk pakaian, viscose rayon juga dapat diterapkan ke berbagai produk antara lain kebutuhan rumah tangga hungga alat kesehatan dan kecantikan.

KLIK INI:  Hobi Jalan Kaki, Tukimin Ikut Gerak Jalan 30 Km di Usia 113 Tahun

Di Amerika Serikat misalnya ada Recover Brand yang sangat concern memperkenalkan sustainable fashion. Recover bahkan mengklaim telah memakai 100 persen bahan daur ulang, mulai dari desain, produksi sampai pengemasannya yang memanfaatkan energi daur ulang.

Fashion ramah lingkungan

Idenya jelas yakni kesadaran kritis bahwa ada masalah serius dalam produksi fashion sejauh ini yang harus dihentikan karena memiliki risiko pada lingkungan.

Fashion bukan hanya tentang sebuah baju tetapi kepedulian yang ada menyertainya. Kualitas busana yang baik, kepedulian terhadap para pekerja yang terlibat, baik penjahit, pengrajin, dan lain-lain. Juga termasuk kepedulian terhadap isu-isu lingkungan,” tegas Desainer dan Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Jakarta, Hannie Hananto Dikutip Jawapos.com (24/11/2019).

Oleh sebab itu, ada 3 syarat yang bisa dilakukan menurut Hannie agar sustainable fashion bisa tetap dikampanyekan oleh industri mode. Pertama, perihal kesejahteraan karyawan (penjahit, pengrajin, dan lainnya). Jadi perhatian terhadap ‘who makes your cloth’ sangat penting.

KLIK INI:  Ini Cara Sederhana Lindungi Diri dan Keluarga dari Polusi Udara!

Kedua, perhatian pada kualitas fashion. ‘Good design is sustainable design’, betapapun pembuatan suatu busana yang bermutu akan memiliki kekuatan keberlangsungan yang lebih tinggi. Meskipun, Cost produksi dan harga sustainable fashion relatif lebih mahal dibanding fast fashion. Namun jaminan desain dan kualitas sudah pasti bagus dan awet. Jadi konsep pakaian ramah lingkungan itu, sekali beli dan dapat dipakai lama.

Ketiga, tetap kreatif dan ramah lingkungan.  ‘Fashion shouldn’t cost the earth’ menggambarkan kepedulian terhadap lingkungan, baik dari sisi pemakaian bahan daur ulang atau limbah. Serta juga dengan beralih dari menggunakan plastik ke packaging yang eco friendly misalnya. Saat ini para desainer juga mulai tertarik menggunakan pewarna alami, dan memberdayakan para perajin.

Respons kaum milenial

Harus diakui bahwa belum banyak yang menyadari seberapa penting memakai fashion yang ramah lingkungan. Kecenderungan saat ini, standar pemilihan brand fashion masih terpusat pada desain, harga dan tren mode.

Perhatian pada sustainable fashion bagi kalangan milenial sejatinya dapat ditingkatkan. Kampanye mengenai urgensi fashion ramah lingkungan sejatinya bisa intens dilakukan agar ada pengetahuan dan literasi mengenai fashion berkelanjutan.

KLIK INI:  Tukar Baju, Ide Cerdas Mengurangi Limbah Tekstil

Melani Alvina seorang traveler yang diwawancarai Klikhijau merespon positif kecenderungan masa depan dunia fashion dengan konsep sustainable fashion. Menurut Melani, fashion yang diproduksi dengan standar ramah lingkungan tentu baik dan dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan yang selama ini mungkin ditimbulkan dari produksi pakaian.

Walau begitu, Melani juga menyadari bahwa informasi dan edukasi mengenai hal ini masih minim. “Harusnya ada edukasi pada kaum milenial agar semua dapat memberi andil dalam gerakan ini,” kata Melanie.

Hal yang sama dikatakan, Cindy Septa Anugrah, model asal Makassar yang mengaku sangat tertarik dengan fashion ramah lingkungan. “Ini keren banget, sustainable fashion berarti bagian dari gaya hidup ramah lingkungan. Jadi milenial pasti tertarik memakainya,” kata Cindy pada Klikhijau, Kamis 25 Juli 2020.

Sudah bersiap dengan revolusi gaya berpakaian demi lingkungan dan keberlanjutan?

KLIK INI:  Hari Bumi, Kapitalisme dan Tragedi di Negeri Makmur

Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!