Anak Muda Makassar Mulai Cemas dengan Dampak Krisis Iklim, Apa Aksimu?

Klikhijau.com – Anak-anak muda di Makassar mulai mencemaskan betapa krisis iklim sedang di depan mata dan semakin nyata. Banjir yang melanda Makassar dan beberapa wilayah di Sulawesi Selatan pada awal...

Anak Muda Makassar Mulai Cemas dengan Dampak Krisis Iklim, Apa Aksimu?
Bacakan Artikel

“RTH kita bahkan mengalami penurunan setiap waktu. Kota Makassar sepertinya semakin disesaki gedung-gedung tanpa mempertimbangkan tata ruang yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Kecemasan akan krisis iklim diterangkan Irwan AR dengan sejejer peristiwa-peristiwa tak biasa di Kota Makassar. Ia menyorot bagaimana kota ini dibangun dengan tidak ramah lingkungan. Antara lain semakin punahnya area resapan air akibat pembangunan infrastruktur dan perumahan.

“Dampak krisis iklim pantas kita cemaskan, sebab dampaknya mulai nyata dan terasa. Bisa dibayangkan dalam beberapa tahun ke depan, bumi sepertinya akan kiamat lebih cepat karena krisis iklim,” ungkapnya.

Irwan AR mencontohkan bagaimana banjir di Makassar belum lama ini yang katanya hanya ‘genangan’. Faktanya, kata Irwan AR, air yang meluap di kota ini sepertinya tak bisa lagi tertampung di daratan sehingga membanjiri rumah-rumah dan jalanan.

“Kerusakan yang terjadi di alam sudah pasti ulah manusia. Karenanya, bencana alam dan fenomena la nina yang berdampak luas pada kehidupan manusia di bumi harusnya menjadi alarm agar kita semua semakin peduli pada bumi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Klikhijau, Anis Kurniawan, menyoal masih minimnya perhatian publik terhadap isu-isu lingkungan. Padahal, menurutnya, masalah lingkungan adalah hal paling fundamental dalam kehidupan.

“Dalam pemberitaan media misalnya, isu lingkungan belum jadi satu tren wacana dominan. Jadi, pemberitaan mengenai lingkungan hanya merebak massif saat ada bencana seperti banjir. Tulisan-tulisan yang fokusnya pada membangun awareness dan literasi lingkungan sangatlah minim,” jelasnya.

Apa aksimu?

Lalu, bagaimana peran anak-anak muda dalam mendorong aksi mencegah krisis iklim?

Pertanyaan ini jadi poin penting pada diskusi malam itu. Sejumlah ide-ide menarik ditelorkan oleh pada narasumber. Muhammad Riszky misalnya mengajak anak-anak muda untuk memulai berbuat sekecil apa pun itu untuk kepedulian lingkungan.

“Harus ada aksi untuk bumi. Sekecil apa pun itu yang penting konsisten. Namun jangan cepat puas diri. Harus terus mengembangkan aksinya agar lebih berdampak luas,” terangnya.

Ide alternatif dikatakan Irwan AR yang mengajak anak-anak muda lebih kritis pada kebijakan pemerintah. Irwan meminta agar aksi-aksi pemuda juga perlu diarahkan pada bagaimana mengawasi pembangunan yang ada dan dampaknya pada krisis iklim.

“Memang perlu bersuara lebih keras lagi agar pembangunan yang berjalan tidak melulu dikuasai kelompok kapital. Pembangunan ke depan harusnya menimbang aspek sosial dan ekologis,” tuturnya.

Ide lainnya dikatakan Anis Kurniawan yang mengajak anak-anak muda memulai dari kesadaran personal. Perubahan, kata Anis perlu dimulai dan ditunjukkan oleh diri sendiri lalu mengajak yang lain.

“Ini yang saya sebut dengan kesadaran sistem. Kita perlu melihat segala persoalan secara utuh dan menjadi bagian dari pemberi solusi bukan hanya sebatas kritik dan perlawanan. Selain itu, kegelisahan mengenai krisis iklim juga bisa diekspresikan melalui tulisan. Seringkali pengetahuan dan pengalaman akan menginspirasi kita untuk berbuat dan semakin peduli pada lingkungan,” pungkasnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2