Hujan Ekstrem Jadi Penanda Indonesia Alami Krisis Iklim?

Klikhijau.com โ€“ Hujan ekstrem yang bertamu ke Jabodetabek bagi Greenpeace Indonesia bukanlah efek perubahan iklim. Greenpeace Indonesia sepertinya ingin mengatakan jika perubahan iklim dampaknya ti...

Hujan Ekstrem Jadi Penanda Indonesia Alami Krisis Iklim?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Hujan ekstrem yang bertamu ke Jabodetabek bagi Greenpeace Indonesia bukanlah efek perubahan iklim.

Greenpeace Indonesia sepertinya ingin mengatakan jika perubahan iklim dampaknya tidak akan separah itu.

Namun, yang terjadi sesungguhnya lebih mendebarkan dari perubahan iklim, yakni telah masuk ke kategori krisis iklim.

Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak seperti yang diberitakan Republika mencontohkan curah hujan ekstrem yang terjadi di wilayah Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada 1 Januari 2020 mencapai 377 mm.

[irp]

Curah hujan ektrem itu merata, karena juga terjadi di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, curah hujan tercatat sebesar 335 mm, dan di Jatiasih, Bekasi curah hujan sebesar 259 mm.

"Kalau dari kami melihatnya, merupakan bukti atau indikasi yang kuat bahwa memang kita sudah masuk krisis iklim. Salah satu fenomena yang sudah teridentifikasi kuat sebagai fenomena krisis iklim adalah curah hujan ekstrem yang terjadi pada waktu yang singkat," ujarnya

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: