Agar Aglaonema Tampak Cetar Mempesona, Ini Pilihan Pot dan Media Tanam Terbaik!
Klikhijau.com – Aglonema atau aglaonema kini benar-benar jadi idola para pencinta tanaman hias. Di mana-mana jadi rebutan dan perbincangan. Wajar saja, sebab tanaman ini memang memancarkan dedaun inda...
Klikhijau.com – Aglonema atau aglaonema kini benar-benar jadi idola para pencinta tanaman hias. Di mana-mana jadi rebutan dan perbincangan. Wajar saja, sebab tanaman ini memang memancarkan dedaun indah, sebagaimana gelarnya “sang ratu daun”.
Walau begitu, diperlukan sedikit upaya agar tanaman aglaonema menampilkan bunga terbaiknya. Salah urus, tanaman kamu bisa tampak senonoh, pertumbuhannya terganggu atau bahkan daunnya kerdil dan layu.
Nah, Klikhijau mencoba mencari tahu langkah sederhana agar aglaonema tampak cetar mempesona. Ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama pilihan pot yang tepat. Kedua, pilihan media tanam aglonema terbaik yang cocok untuk pertumbuhannya.
Yuk, kita bahas satu persatu mengenai dua hal ini sebagai inspirasi bagi kamu yang sedang merawat si ratu daun.
[irp]
Pilihan pot terbaik
Pilihan pot tanaman harus memperhatikan kecocokan agar pertumbuhannya berjalan baik. Jadi bukan soal artistik atau tidaknya suatu pot, atau pun mahal atau murahnya harganya. Seorang pencinta Aglonema dari Depok bernama Robi Yansah membeberkan tipsnya yang patut dipertimbangkan perihal pilihan pot. Menurut Robi, ukuran pot punya andil besar dalam keberhasilan merawat aglo. “Menurut pengalaman saya merawat aglo, hampir semua aglo saya yang pakai pot ukuran 20 cm ke atas akan berakhir dengan busuk. Sedangkan yang pakai pot kecil-kecil sehat wal afiat,” cerita Robi ditulis di laman facebooknya. Jadi pot terbaik untuk aglonema adalah yang ukurannya kecil mungil saja. “Dulu saya pikir dengan pakai pot besar maka ‘nutrisi’ yang diperlukan aglo untuk tumbuh kembang akan makin tercukupi, sehingga tanaman akan cepat besar dan kalau sudah punya anak tidak perlu ganti-ganti pot lagi. Ternyata saya salah, boro-boro punya anak, malah sudah mati duluan pohonnya,” kata Robi. [irp] Ternyata semakin besar pot maka metan (media tanam) dalam pot akan semakin banyak. Semakin banyak metan, maka air yang tersimpan dalam pot akan semakin banyak pula. Apalagi kalau pake metan yang tidak poros, maka akan semakin lama lagi air tertahan dalam pot. Hal ini bisa menyebabkan akar aglo membusuk. Sebagai catatan, ciri-ciri aglo yang mengalami pembusukan atau akarnya tidak sehat adalah daun paling bawahnya cepat menguning. Lalu, disusul daun di atas berikutnya menguning lagi dalam waktu dekat. Robi menyarankan, ukuran pot terbaik untuk aglo adalah 10 - 12 cm atau 15 - 17 cm, disesuaikan dengan jumlah daun dan kondisi akar saat dibeli. “Kalau daunnya banyak tapi akarnya sedikit, pakai pot ukuran 12-15 cm saja. Saya aja pakai pot ukuran 15-17 cm untuk daun aglo 14 daun. Di rumah saya itu yang sudah rimbun, pakai pot ukuran 20 cm aja (tp biar cantik pot 20 cm itu saya bungkus dgn pot keramik atau tanah liat dgn ukuran lebih besar). Selama pemupukam rutin, nutrisi untuk aglo akan tetap tercukupi meskipun pakai pot kecil (metannya sedikit),” jelas Robi. [irp]Media tanam yang tepat
Ada beberapa pilihan media tanam yang dapat kamu pilih saat menanam aglonema, berikut diantaranya:- Sekam padi
-
Akar pakis
-
Kompos
-
Humus kaliandra
-
Pupuk kandang
-
Pasir malang