Aek Nauli Hadirkan Konservasi Eksitu Gajah Ramah Lingkungan

Klikhijau.com - Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli, resmi menjadi area konservasi, dan ekowisata gajah jinak sejak Desember 2017 lalu. Pengelolaan gajah di KHDTK Aek Nauli, dilakukan...

Aek Nauli Hadirkan Konservasi Eksitu Gajah Ramah Lingkungan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Tersedianya kondisi acuan merupakan komponen penting dalam kegiatan pemulihan kawasan hutan.

Berdasarkan kajian awal peneliti BP2LHK, Sriyanti Puspita Barus, diketahui pada ekosistem yang terganggu telah terjadi penurunan kerapatan vegetasi tingkat semai dan pancang.

Penurunan vegetasi tingkat semai terjadi sebesar 37%, yaitu dari 82.500 individu/ha menjadi 51.667 individu/ha, dalam setahun pertama keberadaan gajah di sana. Bahkan pada tingkat pancang, penurunan kerapatan lebih besar yakni 57%.

Regenerasi di Aek Nauli

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu segera dilakukan pengayaan jenis dengan penanaman jenis-jenis yang hilang.

Salah satu prasyarat keberlangsungan regenerasi alami suatu ekosistem adalah ketersediaan tingkat permudaan yang mencukupi.

Namun, proses regenerasi alami tersebut mungkin sangat lambat tercapai di KHDTK Aek Nauli karena sebagian besar adalah tegakan pohon pinus.

“Perlu upaya untuk mempercepat proses regenerasi tersebut, karena regenerasi alami pada ekosistem hutan pinus berjalan sangat lambat.

Hal tersebut karena zat allelopati yang dihasilkan oleh serasah pinus membuat pertumbuhan terhambat, sehingga ketersediaan pohon lain sebagai sumber benihpun menjadi sangat jarang,” jelas Sriyanti.

Gajah Sumatera merupakan salah satu satwa liar yang telah banyak mengalami penjinakan. Gajah jinak (captive) hasil penjinakan tersebut, kemudian mendapat pengasuhan dari “mahout”, yaitu orang yang bertugas untuk merawat, dan melatih gajah.

Pemanfaatan gajah jinak di Indonesia, sejauh ini telah dilakukan untuk beberapa hal, diantaranya untuk pendidikan, dan mitigasi konflik gajah dengan manusia. Selain itu, dapat bermanfaat untuk penelitian ekologi, kegiatan konservasi, dan ekowisata, seperti yang dilakukan di KHDTK Aek Nauli.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2