Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)
- Kesadaran yang Datang Terlambat akan Keindahan Lily Amazon - 18/04/2026
- Mata Waktu - 12/04/2026
- Cerita Elang Alap Jepang yang Lepas dari Jeratan Maut - 05/04/2026
Bukit Pattowengang
Tiga ribu hektar tanah leluhur
yang dulu merimbun hijau
menyanyikan matakali
merengkah di lahan hatiku
Pohon-pohon arang
meredam tangis burung enggang
pilu ceruk-ceruk gua
Mereka putuskan pembuluh darahku
sungai kecil berliku
tak lagi memantulkan wajah matahari
di dahan berlumut
Mereka sekap segala firman
membendung mata air menjadi kolam air mata
luruh daun-daun jati
perihnya
meranggas
di ladang anak cucuku.
Bulukumba, 1988
Penulis: Mahrus Andis, Lahir 20 September di Ponre, Gantarang, Bulukumba. Alumni Fakultas Sastra Unhas. Menulis puisi pada awal tahun 1980-an








