7 Dampak Rokok Terhadap Lingkungan Global

Klikhijau.com – Jika diminta menyebut jenis sampah yang paling mudah ditemukan. Puntung rokok akan jadi salah satu yang disebutkan. Di banyak negara, puntung rokok mulai dirasakan semakin meresahka...

7 Dampak Rokok Terhadap Lingkungan Global
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Jika diminta menyebut jenis sampah yang paling mudah ditemukan. Puntung rokok akan jadi salah satu yang disebutkan.

Di banyak negara, puntung rokok mulai dirasakan semakin meresahkan. Sifatnya yang ringan dan kecil mudah terbawa air hingga ke selokan, sungai, dan laut. Dari laut, puntung rokok akan terdampar ke pantai.

Di Indonesia misalnya, para perokok sangat mudah membuang puntung rokoknya di mana pun, di jalan, di kebun, di laut—di mana saja.

Sialnya, rokok, tidak hanya puntungnya, tetapi semua komponen rokok  memiliki dampak luas pada lingkungan global, mempengaruhi kesehatan manusia,  kualitas udara, air, dan tanah, dan juga flora dan fauna.

Dampak rokok terhadap lingkungan sangat beragam, menyentuh berbagai aspek lingkungan global. Rokok menimbulkan tantangan yang signifikan terhadap kelestarian lingkungan.

Berbagai tahapan produksi, konsumsi, dan pembuangan rokok berkontribusi terhadap degradasi lingkungan secara global, berikut 7 di antaranya dampak yang ditimbulkan:



  • Emisi gas rumah kaca (GRK)



Seluruh siklus hidup rokok, mulai dari budidaya tembakau hingga manufaktur dan transportasi, menghasilkan emisi gas rumah kaca. Emisi ini berkontribusi terhadap perubahan iklim, yang berdampak luas bagi ekosistem dan kesehatan manusia secara global.


  • Polusi udara



Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia, banyak di antaranya merupakan polutan berbahaya. Ketika sebatang rokok dihisap, polutan ini dilepaskan ke atmosfer, berkontribusi terhadap polusi udara dan memperparah masalah pernapasan bagi mereka yang terpapar asap rokok.



  • Deforestasi dan perusakan habitat



Harus diakui bahwa budidaya tembakau membutuhkan lahan yang sangat luas. Lahan tersebut harus terbuka dan minim atau tidak ada sama sekali pohon pelindungnya.

Hal ini akan menyebabkan, seringkali  terjadi deforestasi dan perusakan habitat. Saat hutan dibuka untuk pertanian tembakau, hilangnya tutupan pohon berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca dan mengganggu ekosistem setempat.

Selain itu akan menggerus rumah bagi ribuan satwa liar dan tumbuhan. Tentu hal ini tidak akan memberi dampak baik pada lingkungan.



  • Penggunaan pestisida



Pertanian tembakau sangat bergantung pada penggunaan pestisida. Bahan kimia ini dapat larut ke dalam tanah, mencemari air tanah dan sumber air setempat, dan secara negatif mempengaruhi kesehatan manusia dan kehidupan air, termasuk juga kehidupan flora dan fauna.



  • Pupuk kimia



Selain pestisida, bahan kimia lainnya yang digunakan adalah pupuk kimia. Pertanian tembakau sangat bergantung  pula pada penggunaan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2